Bagikan:

JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah merespons pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menyebut semua kepala daerah harus mengikuti retret di Akademi Militer Magelang sejak hari ini.

Hal ini sehubungan dengan instruksi Megawati yang melarang kepala daerah kader PDIP menjalani retret setelah Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ya ini urusan partai lah ya, urusan internal, bukan urusan orang luar," kata Said di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Februari.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu tak menjawab lebih lanjut soal kedatangannya ke kediaman Megawati. Dia hanya mengaku ada tugas dari ketua umum kepada dirinya selaku kader.

"Enggak ada apa-apa. Saya ada tugas, ya namanya kader ada tugas," tutur Said.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa retret kepala daerah merupakan urusan pemerintah. Mereka yang baru dilantik kemarin diundang langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Karena itu, Jokowi menilai sebaiknya seluruh kepala daerah tetap mengikuti retret. Sebab mereka dipilih rakyat, bukan milik pihak tertentu.

"Ya mestinya hadir, datang, karena mereka dipilih oleh rakyat dan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara bukan untuk yang lain. (Melihat situasi seperti ini) Ya biasa," ujar Jokowi saat ditemui di kediaman pribadinya, Solo, Jumat, 21 Februari.

Pada Kamis, 20 Februari malam, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri merespon dengan memerintahkan kepala dan wakil kepala daerah dari partainya tak ikut kegiatan retret di Magelang.

Perintah disampaikan Megawati melalui surat bernomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang dikeluarkan pada hari ini, Kamis, 20 Februari atau setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditahan KPK.

"Diinstruksikan kepada seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah PDI Perjuangan sebagai berikut: kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada 21-28 Februari," demikian ditulis Megawati dalam surat yang diperoleh dari sumber pada Kamis malam, 20 Februari.

Megawati memerintahkan mereka untuk menunggu arahan lebih lanjut darinya jika memang sudah melakukan perjalanan.

"Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari ketua umum," tegasnya.