JAKARTA – Demo sopir ojek online (ojol) di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 17 Februari, berjalan damai. Pada sopir ojol akhirnya bisa duduk bersama dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamen Kemnaker) Immanuel Ebenezer Gerungan.
Dalam kesempatan itu, para sopir ojol menyampaikan keluhan dan harapannya di hadapan Menteri Yassierli.
Reza, salah satu pengemudi ojol, bercerita bila selama ini ada ketimpangan antara aplikator dengan pengemudi.
Kata Reza, ia pernah mendapat sanksi dari aplikator karena telat antar paket ke konsumen.
“Saya Reza, dari Serikat Pekerja Angkutan Indonesia, mewakili para kurir online. Saya cuma bercerita, berapa minggu yang lalu, saya lagi bawa paket, motor saya mogok, telat pengantaran dan di-suspend selama tiga hari,” kata Reza saat menyampaikan keluhan kepada Menteri Kemnaker, Senin, 17 Februari.
Akibat hukuman dari aplikator, maka dirinya tidak dapat bekerja dan tidak bisa menafkahi keluarga di rumah.
“Selama 3 hari, saya tidak mendapatkan pendapatan apa pun,” ucapnya.
Reza berharap Tunjangan Hari Raya (THR) untuk tahun ini dapat terealisasi sehingga dapat membahagian keluarga.
“Jadi, menurut saya, THR ini cukup memberikan harapan buat kami untuk mensejahterakan kembali kurir-kurir online, ojek online, dan driver yang lain,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Hal senada dikatakan, Hamid. Ia mengungkapkan harapannya terkait THR untuk tahun ini.
Selama dirinya bekerja sebagai pengemudi ojol, ia tidak dapat membahagiakan istri dan anaknya karena pendapatan yang kecil.
“THR itu suatu keinginan atau angan-angan buat saya, apakah ini teralisasi atau tidak? Bahkan anak istri saya juga berharap, ‘Pak, memangnya THR enggak dapat dari Gojek?’. Makanya istri saya tadi tanya, ‘bapak datang ke demo ini?’, ‘pasti datang. Yang mana, hasil aksi ini buat kalian’,” ungkap Hamid.
“Jadi, saya berharap, tuntutan teman-teman ini bisa teralisasi. Karena, Insya Allah sangat membantu di hari raya, bisa beli pakaian baju bocah, anak saya 5. Kalau secara matematika, hasil ngojek berapa kali lima, enggak mungkin cukup. Tapi Insya Allah,” cerita Hamid.