Bagikan:

JAKARTA - Presiden Donald Trump pada Hari Minggu mengatakan, Ia mungkin kehilangan kesabaran dengan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, setelah melihat rekaman yang menampilkan sandera Israel yang dibebaskan pada akhir pekan, membandingkan penampilannya dengan para penyintas Holocaust dari Perang Dunia II.

Reaksi Presiden Trump saat melihat gambar ketiga sandera tersebut, yang tampak kurus kering saat dibebaskan pada hari Sabtu, menimbulkan ketidakpastian baru atas nasib kesepakatan tersebut sebelum semua 76 sandera yang tersisa dibebaskan, terjadi beberapa hari setelah Presiden Trump menyerukan pemindahan warga Palestina dari daerah kantong tersebut dan kemudian mengambilalihnya.

"Mereka tampak seperti penyintas Holocaust. Mereka dalam kondisi yang mengerikan. Mereka kurus kering," kata Presiden Trump kepada wartawan di dalam Air Force One saat terbang ke New Orleans, melansir Reuters 10 Feberuari.

"Saya tidak tahu berapa lama lagi kita bisa menahannya pada suatu saat kita akan kehilangan kesabaran," lanjutnya.

"Saya tahu kita punya kesepakatan, mereka terus-terusan datang dan terus datang, tetapi kondisi mereka benar-benar buruk," kata Presiden Trump tentang para sandera Israel.

Ohad Ben Ami dan Eli Sharabi, yang disandera dari Kibbutz Be'eri selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, dan Or Levy, yang diculik hari itu dari festival musik Nova, digiring ke podium Hamas oleh orang-orang bersenjata pada Hari Sabtu, menjelang pembebasan mereka kepada otoritas Israel.

Ketiga pria itu tampak dalam kondisi yang lebih buruk daripada 18 sandera lainnya yang sebelumnya dibebaskan berdasarkan gencatan senjata, yang disepakati pada 15 Januari bulan setelah perang dimulai.

Di sisi lain, banyak tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel juga tampak kurus kering.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Hari Sabtu, pemandangan para sandera yang lemah itu mengejutkan dan akan ditangani. Sebagai imbalan atas ketiga pria itu, Israel membebaskan 183 tahanan Palestina pada Hari Sabtu.

Presiden Trump juga mengatakan kepada wartawan, Ia tetap berkomitmen agar AS membeli dan mengambil alih kepemilikan Gaza setelah warga Palestina meninggalkan atau diusir dari daerah kantong itu, sebuah pengumuman mengejutkan yang ia buat pada tanggal 4 Februari selama kunjungan Netanyahu baru-baru ini ke Washington.

Ia mengatakan, negara-negara lain mungkin akan mengambil bagian dalam membangun kembali beberapa bagian Jalur Gaza.

"Sejauh menyangkut pembangunan kembali, kami mungkin akan memberikannya kepada negara-negara lain di Timur Tengah untuk membangun beberapa bagiannya, orang lain mungkin melakukannya, melalui naungan kami. Namun, kami berkomitmen untuk memilikinya, mengambilnya, dan memastikan bahwa Hamas tidak mundur," katanya.