JAKARTA - Presiden Donald Trump menyebut dapat mengizinkan negara-negara Timur Tengah untuk membangun kembali Jalur Gaza, saat mengulangi komitmennya untuk membeli dan memiliki wilayah kantong Palestina itu pada Hari Minggu.
"Saya berkomitmen untuk membeli dan memiliki Gaza. Mengenai pembangunannya kembali, kami dapat memberikannya kepada negara-negara lain di Timur Tengah untuk membangun sebagiannya, orang lain dapat melakukannya, melalui naungan kami. Namun, kami berkomitmen untuk memilikinya, mengambilnya, dan memastikan Hamas tidak kembali," katanya melansir Reuters 10 Februari.
Presiden Trump menyampaikan pernyataannya kepada wartawan di atas Air Force One dalam perjalanannya ke New Orleans untuk menghadiri kejuaraan National Football League Super Bowl.
"Tidak ada yang bisa ditinggali lagi. Tempat ini adalah lokasi pembongkaran. Sisanya akan dihancurkan. Semuanya dihancurkan," katanya.
Presiden Trump juga mengatakan terbuka terhadap kemungkinan mengizinkan beberapa pengungsi Palestina masuk ke Amerika Serikat, tetapi akan mempertimbangkan permintaan tersebut berdasarkan kasus per kasus.
Terpisah, Ezzat El Rashq, anggota biro politik Hamas, mengecam pernyataan terbaru Trump tentang pembelian dan kepemilikan Gaza, kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
BACA JUGA:
"Gaza bukanlah properti yang bisa dijual dan dibeli. Itu adalah bagian integral dari tanah Palestina yang kami duduki, dan Palestina akan menggagalkan rencana pemindahan," kata Rashq.
Sebelumnya, Presiden Trump telah berbicara tentang pemindahan permanen warga Palestina yang tinggal di Gaza dan akan menciptakan "Riviera Timur Tengah." Itu dilontarkannya saat menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pekan lalu.