Bagikan:

JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan akan mudah untuk memverifikasi Iran tidak mengembangkan senjata atom, lapor TV pemerintah pada Hari Kamis, sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ingin memiliki perjanjian perdamaian nuklir yang diverifikasi dengan Teheran.

Dalam pertemuan dengan para duta besar asing di Teheran yang disiarkan televisi Presiden Pezeshkian mengatakan, Iran tidak mencari senjata nuklir karena pembunuhan massal terhadap orang-orang tak berdosa dilarang dalam doktrin Iran.

"Memverifikasi (program nuklir kami) adalah tugas yang mudah, mereka telah datang dan memverifikasi setiap kali mereka ingin melakukannya dan mereka dapat datang untuk memverifikasi seratus kali lagi," kata Presiden Pezeshkian, melansir Reuters 7 Februari.

Komentar Presiden Pezeshkian muncul sehari setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters, Iran siap memberi Amerika Serikat kesempatan untuk menyelesaikan perselisihan.

Sebelumnya, Presiden Trump mengatakan pada Hari Rabu, ia ingin memiliki perjanjian perdamaian nuklir yang diverifikasi dengan Iran.

Iran merespons dengan siap memberi Amerika Serikat kesempatan untuk menyelesaikan perselisihan antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kekhawatiran AS terhadap pengembangan senjata nuklir Iran bukanlah masalah yang rumit dan dapat diselesaikan mengingat penolakan Teheran terhadap senjata pemusnah massal.

Menlu Araqchi mengatakan, Teheran ingin Amerika Serikat mengendalikan Israel jika Washington ingin mencapai kesepakatan dengan Iran.

Diketahui, Trump membawa Amerika Serikat keluar dari Kesepakatan Nuklir 2015 (JCPOA) antara Iran dengan kekuatan dunia secara sepihak pada tahun 2018, kembali menerapkan sanksi kepada Iran, pada periode pertama pemerintahannya.

Sanksi yang memukul sektor ekonomi Iran itu mendorong Teheran untuk melanggar batasan nuklir pakta tersebut.