Bagikan:

JAKARTA - Dewan Hubungan Kanada-AS akan mengadakan pertemuan puncak di Toronto pada Jumat pekan ini.

Hal ini disampaikan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Rabu, 5 Februari, setelah jeda 30 hari pada tarif yang diusulkan pemerintahan Trump mulai berlaku pekan ini.

KTT tersebut akan mencari cara untuk menumbuhkan perekonomian Kanada, memperluas perdagangan di dalam negeri, mendiversifikasi pasar ekspor dan mengatasi produktivitas.

Trudeau mengatakan pihaknya juga akan berupaya meningkatkan koordinasi antar mitra.

Gedung Putih sebelumnya mencermati respons Meksiko yang "serius" menyikapi perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump mengenai tarif.

Tapi Kanada dianggap Amerika "salah memahami" dengan melemparkan istilah perang dagang antara negara-negara tetangga. PM Kanada Justin Trudeau sebelumnya berencana membalas AS atas kebijakan Trump dengan menerapkan tarif tinggi untuk Amerika.

Trump pada Sabtu pekan lalu memerintahkan penerapan tarif besar-besaran terhadap barang-barang dari Meksiko, Kanada dan China.

AS menuntut negara-negara itu menghentikan aliran fentanil dan imigran ilegal ke AS, sehingga memicu perang dagang yang dapat menghambat pertumbuhan global dan memicu inflasi.

“Kabar baiknya adalah dalam percakapan kami selama akhir pekan, salah satu hal yang kami perhatikan adalah bahwa masyarakat Meksiko sangat, sangat serius dalam melakukan apa yang dikatakan Presiden Trump,” Kevin Hassett, direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih dilansir Reuters dari CNBC, Senin, 3 Februari.

“Warga Kanada tampaknya salah memahami perintah eksekutif dan mereka menafsirkannya sebagai perang dagang,” sambung Hassett.

Ketika ditanya apa yang harus dilakukan Kanada dan Meksiko untuk mencabut tarif 25% yang diumumkan, Trump mengatakan kepada wartawan pada Minggu, negara-negara itu “harus menyeimbangkan perdagangan mereka, yang pertama.”

"Mereka harus menghentikan orang-orang yang masuk ke negara kita. Mereka harus menghentikan orang-orang yang masuk, dan kita harus menghentikan fentanil. Dan itu termasuk Tiongkok," kata Trump, yang mengumumkan tarif tambahan 10% untuk barang-barang China.

Trump juga mengatakan tarif terhadap tiga mitra dagang terbesar Amerika, yang mulai berlaku pada Selasa, mungkin akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat Amerika dalam jangka pendek.

Namun “dalam jangka panjang, Amerika Serikat disebut ditipu oleh hampir semua negara di dunia.”