JAKARTA - Pesawat militer AS yang membawa 104 imigran ilegal India yang dideportasi mendarat di India.
Deportasi ini menjadi bagian dari agenda imigrasi Presiden Donald Trump seminggu sebelum bertemu Perdana Menteri Narendra Modi di Washington.
Migrasi menjadi salah satu isu utama yang dibahas oleh India dan AS sejak Trump mulai menjabat bulan lalu, dan juga diperkirakan akan dibahas dalam pembicaraan Trump dengan Modi.
Meskipun imigran ilegal India telah dideportasi oleh pemerintahan AS sebelumnya, ini adalah pertama kalinya Washington menggunakan pesawat militer untuk tujuan tersebut.
Sejauh ini juga merupakan tujuan terjauh untuk penerbangan yang menggunakan pesawat militer.
BACA JUGA:
Polisi Punjab mengatakan 33 imigran masing-masing berasal dari Gujarat, negara bagian asal Modi dan negara bagian Haryana di utara, sementara 30 orang berasal dari Punjab.
Mereka menjalani pemeriksaan berjam-jam di bandara sebelum polisi mengawal mereka keluar dalam kelompok kecil dengan kendaraan polisi.
Kementerian luar negeri India tidak menanggapi permintaan komentar.
Pemerintahan Trump semakin mengandalkan militer untuk membantu melaksanakan agenda imigrasinya, dengan menggunakan pesawat militer untuk mendeportasi migran dan membuka pangkalan militer untuk menampung mereka.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga 'menekankan' keinginan pemerintahan Trump untuk bekerja sama dengan India guna mengatasi "kekhawatiran terkait migrasi tidak teratur" ketika ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar bulan lalu.
New Delhi sejak itu mengatakan akan menerima kembali imigran ilegal tersebut setelah memverifikasi rincian mereka.
BACA JUGA:
AS adalah mitra dagang terbesar India dan kedua negara menjalin hubungan strategis yang lebih dalam untuk melawan China.
India juga tertarik untuk bekerja sama dengan AS untuk mempermudah warganya mendapatkan visa pekerja terampil.
Pentagon mengatakan pihaknya berencana untuk mendeportasi lebih dari 5.000 migran yang ditahan oleh otoritas AS, dan Reuters melaporkan pekan lalu, penerbangan ke Guatemala yang digunakan untuk tujuan tersebut kemungkinan akan menelan biaya setidaknya 4.675 dolllar AS per migran.