Bagikan:

JAKARTA - Satu kantong jenazah korban kebakaran Glodok Plaza kembali diterima Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta. Saat ini, total kantong jenazah yang sudah ada di RS Polri berjumlah 16 kantong.

"Kita sudah terima 16 kantong jenazah korban kebakaran Glodok Plaza," ujar Kabid Yandokpol RS Polri, Kombes Hery Wijatmoko saat dihubungi, Rabu, 5 Februari.

Proses pencarian korban kebakaran Glodok Plaza telah dilakukan hampir 3 pekan. Dari 14 orang yang dilaporkan hilang dalam peristiwa kebakaran maut di Glodok Plaza, Tim DVI RS Polri baru mengidentifikasi 6 orang jenazah korban kebakaran.

Adapun sebanyak 6 jenazah yang berhasil diidentifikasi RS Polri berdasarkan pemeriksaan DNA dan medis adalah Zhuki, Aulia Belinda dan Osima Yukari, Keren Shallom Jeremiah, Desty Eka Putri Suwarno dan Ade Aryati.

Sedangkan 8 orang hilang lainnya yang belum teridentifikasi bernama Deri Sauki (25) laki-laki, Aldrina S (29) perempuan, Shinta Amelia (20) perempuan, Indira Seviana Bela (25) perempuan, Intan Mutiara (26) perempuan, Chika Adinda Yustin (26) perempuan, Muljadi (56) laki-laki dan Dian Cahyadi (38) perempuan.

Adapun peristiwa kebakaran di Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, terjadi pada Rabu, 15 Januari, lalu.

Kemudian pada Kamis 16 Januari, 1 kantong jenazah ditemukan dan dikirim ke RS Polri pada pukul 16.00 WIB.

Lalu pukul 20.00 WIB pada hari yang sama, 2 kantong jenazah. Selanjutnya Jumat, 17 Januari ada 2 kantong jenazah yang dikirim sekitar pukul 09.44 WIB. Pukul 19.11 WIB dikirim 2 kantong jenazah lagi.

Pada Sabtu 18 Januari pukul 17.08 WIB 1 kantong jenazah, Selasa 21 Januari sekitar pukul 15.31 WIB ada 1 kantong jenazah.

Sementara 2 jenazah lagi tiba Rabu 22 Januari dan 1 jenazah lainnya pada Kamis 23 Januari pukul 18.34 WIB.

"Kantong ke-13 kami terima Selasa 28 Januari pukul 13.30 WIB. Kalau kantong ke-14 tiba Rabu 29 Januari pukul 15.35 WIB. Jadi, total ada 14 kantong jenazah," kata Brigjen Prima, Kamis, 30 Januari.

Sampai saat ini, RS Polri sudah mengambil 32 sampel deoxyribonucleic acid (DNA) dari sebelas kantong jenazah. Pengambilan sampel kembali dilakukan menyusul bertambahnya temuan kantong jenazah korban di lokasi kebakaran.

(Rizky Sulistio)