YOGYAKARTA - Luka bakar adalah cedera pada kulit atau jaringan lain yang disebabkan oleh panas, radiasi, listrik, bahan kimia, atau gesekan. Kebanyakan luka bakar terjadi karena kecelakaan di rumah atau di tempat kerja.
Luka bakar dapat diklasifikasikan berdasarkan kedalaman dan luasnya. Kedalaman luka bakar dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu luka bakar derajat satu, derajat dua, dan derajat tiga.
Derajat luka bakar sendiri memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda. Untuk mengetahui perbedaannya, berikut ini penjelasannya:
Derajat Luka Bakar
Dilansir dari laman Hopkins Medicine, luka bakar diklasifikasikan sebagai derajat satu, dua, atau tiga, tergantung seberapa dalam dan parahnya luka tersebut menembus permukaan kulit.
Luka bakar derajat satu (superficial)
Luka bakar derajat satu hanya memengaruhi epidermis, atau lapisan luar kulit. Area luka bakar berwarna merah, nyeri, kering, dan tanpa lepuh.
Sengatan matahari ringan adalah contohnya. Kerusakan jaringan jangka panjang jarang terjadi dan biasanya melibatkan peningkatan atau penurunan warna kulit.
Luka bakar derajat dua (ketebalan parsial)
Luka bakar derajat dua melibatkan epidermis dan sebagian lapisan dermis kulit. Area luka bakar tampak merah, melepuh, dan mungkin bengkak dan nyeri.
Baca juga artikel yang membahas Cara Menghilangkan Bekas Luka Bakar Secara Efektif
Luka bakar derajat tiga (ketebalan penuh)
Luka bakar derajat tiga menghancurkan epidermis dan dermis. Luka bakar derajat tiga juga dapat merusak tulang, otot, dan tendon yang mendasarinya. Ketika tulang, otot, atau tendon juga terbakar, ini mungkin disebut sebagai luka bakar derajat empat.
Area luka bakar derajat ini tampak putih atau hangus. Tidak ada rasa di area tersebut karena ujung sarafnya hancur.
Untuk itu, luka bakar yang lebih parah dan luas membutuhkan penanganan khusus. Hal tersebut lantaran usia korban luka bakar dan persentase luas permukaan tubuh yang terbakar merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi prognosis cedera bakar.
American Burn Association sendiri merekomendasikan agar pasien luka bakar yang memenuhi kriteria berikut harus dirawat di pusat luka bakar khusus, dengan beberapa kasus berikut:
- Individu dengan luka bakar ketebalan parsial lebih dari 10% dari total luas permukaan tubuh (TBSA)
- Usia berapa pun dengan luka bakar ketebalan penuh
- Luka bakar pada wajah, tangan, kaki, atau selangkangan, atau area genital, atau luka bakar yang melingkari seluruh bagian tubuh
- Luka bakar disertai cedera inhalasi yang mempengaruhi jalan napas atau paru-paru
- Pasien luka bakar dengan kondisi kronis yang ada seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit ginjal, atau multiple sclerosis
- Dicurigai adanya kekerasan pada anak atau lansia
- Luka bakar kimia
- Cedera listrik
Dampak Luka Bakar
Luka bakar yang parah dapat menjadi cedera yang sangat parah– tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional. Hal ini dapat memengaruhi tidak hanya korban luka bakar, tetapi juga seluruh keluarga.
Orang dengan luka bakar parah mungkin mengalami kehilangan kemampuan fisik tertentu, termasuk kehilangan anggota tubuh, cacat, kehilangan mobilitas, jaringan parut, dan infeksi berulang karena kulit yang terbakar memiliki kemampuan yang menurun untuk melawan infeksi.
Selain itu, luka bakar yang parah dapat menembus lapisan kulit yang dalam, dan menyebabkan kerusakan otot atau jaringan yang dapat mempengaruhi setiap sistem tubuh.
BACA JUGA:
Selain itu, luka bakar juga dapat menyebabkan masalah emosional seperti depresi, mimpi buruk, atau kilas balik dari peristiwa traumatis tersebut. Kehilangan teman atau anggota keluarga dan harta benda dalam kebakaran dapat menambah kesedihan pada dampak emosional luka bakar.
Selain derajat luka bakar, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!