Bagikan:

JAKARTA - Utusan Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah akan melakukan perjalanan ke wilayah Gaza untuk memonitor kepatuhan gencatan senjata.

Dalam wawancara dengan Fox News, utusan Steve Witkoff, juga mengatakan dirinya yakin semua negara di kawasan dapat ikut serta dalam menormalisasi hubungan dengan Israel.

Witkoff menyebut Qatar menjadi pemain penting dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat menjadi perantara kesepakatan multi-fase antara Israel dan militan Hamas. Kedua negara Arab tersebut telah membangun pusat komunikasi di Kairo untuk mencegah bentrokan baru antara kedua negara yang bermusuhan tersebut.

Witkoff mengatakan kepada Fox, implementasi kesepakatan tersebut, yang mulai berlaku pada hari Minggu, akan lebih sulit daripada pelaksanaannya.

“Saya sebenarnya akan pergi ke Israel. Saya akan menjadi bagian dari tim inspeksi di koridor Netzarim, dan juga di koridor Philadelphia,” kata Witkoff dilansir Reuters, Rabu, 22 Januari.

Netzarim adalah jalur timur-barat yang dibersihkan Israel selama perang yang menghalangi pergerakan bebas warga Palestina antara Gaza utara dan selatan. Philadelphia adalah jalur perbatasan sempit antara Gaza dan Mesir.

“Di situlah Anda memiliki pengawas dari luar, untuk memastikan bahwa orang-orang aman dan orang-orang yang masuk tidak bersenjata dan tidak ada orang yang memiliki motivasi buruk,” sambung Witkoff.

Pernyataan utusan Trump ini tampaknya merupakan konfirmasi publik pertama mengenai keterlibatan AS di Gaza untuk membantu menjaga kesepakatan tetap pada jalurnya.