JAKARTA – Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan dari Eka Hospital Depok, dr. Gatut Priyonugroho, menyatakan bahwa kelompok rentan, seperti bayi dan lansia, memiliki risiko tinggi mengalami infeksi paru-paru atau pneumonia jika terpapar virus Human Metapneumovirus (HMPV).
"Pada kasus parah, HMPV dapat menyebabkan pneumonia atau bronkiolitis, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan individu dengan sistem imun yang lemah," ujar dr. Gatut Priyonugroho, dikutip ANTARA Rabu, 22 Januari.
HMPV adalah virus yang menyerang saluran pernapasan dan pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001. Virus ini dapat memicu infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, dengan tingkat keparahan yang bervariasi dari gejala ringan hingga kondisi serius.
Menurut dr. Gatut, individu dengan penyakit kronis seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta balita, juga berisiko terkena infeksi ini. Gejala HMPV meliputi pilek, batuk, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan, demam, sesak napas, mengi, dan kelelahan
Virus ini menyebar melalui droplet udara saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Kontak langsung, seperti menyentuh tangan, wajah, atau benda yang terkontaminasi virus, juga dapat menjadi media penularan. HMPV diketahui dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam.
Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan klinis dan tes laboratorium, seperti Tes PCR untuk mendeteksi materi genetik virus atau tes serologi untuk mengidentifikasi antibodi terhadap HMPV.
Hingga saat ini, belum tersedia obat khusus atau vaksin untuk HMPV. Penanganan berfokus pada meredakan gejala, seperti menggunakan obat penurun demam seperti paracetamol, memastikan tubuh tetap terhidrasi, dan memberikan alat bantu pernapasan pada kasus parah.
SEE ALSO:
Langkah-langkah pencegahan terbaik meliputi mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik, menggunakan masker dan menjaga jarak, terutama saat berada di tempat umum, membersihkan permukaan benda yang sering disentuh dengan disinfektan.
"Walaupun gejala HMPV umumnya ringan, virus ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada kelompok rentan. Dengan menjaga kebersihan dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, risiko penularan HMPV dapat diminimalkan," pungkas dr. Gatut.