JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan dunia internasional untuk meningkatkan bantuan yang lebih besar di Gaza setelah Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri perang 15 bulan di wilayah tersebut.
Badan kesehatan PBB mengatakan negara-negara anggotanya, donor dan komunitas global, termasuk sektor swasta, harus mendukung kebutuhan kesehatan yang mendesak dan pembangunan kembali sistem layanan kesehatan Gaza dalam jangka panjang.
“PBB tidak bisa memberikan respons sendirian,” kata Rik Peeperkorn, perwakilan WHO untuk Wilayah Pendudukan Palestina dilansir Reuters, Kamis, 16 Januari.
Kondisi terkini tindaklanjut kesepakatan gencatan senjata Gaza belum sepenuhnya rampung. Israel menunda mengadakan rapat kabinet pada Kamis lantaran ingin meratifikasi gencatan senjata dengan Hamas.
Sementara pejabat senior Hamas Izzat el-Reshiq mengatakan kelompoknya tetap berkomitmen terhadap perjanjian gencatan senjata, yang disepakati sehari sebelumnya, yang dijadwalkan berlaku mulai Minggu, 19 Januari, untuk mengakhiri pertumpahan darah selama 15 bulan.
Perjanjian gencatan senjata yang rumit muncul pada Rabu, 15 Januari setelah mediasi oleh Qatar, Mesir dan Amerika Serikat untuk menghentikan perang yang telah menghancurkan wilayah pesisir dan mengobarkan gejolak Timur Tengah.
BACA JUGA:
Kesepakatan itu menguraikan gencatan senjata awal selama enam minggu dengan penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza, tempat puluhan ribu orang terbunuh.
Sandera yang ditahan oleh kelompok militan Hamas, yang menguasai daerah tersebut akan dibebaskan dengan imbalan tahanan Palestina yang ditahan di Israel.