Bagikan:

JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menegaskan pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu minggu.

Salah satu yang dievaluasi adalah penurunan omzet atau keuntungan para pedagang kantin sekolah setelah penyaluran MBG.

"Terkait dengan kantin sekolah yang mungkin mengeluh karena kemudian mengalami penurunan pembelian, itu pastinya akan dievaluasi," kata Teguh usai meninjau MBG di SLB Cahaya, Jakarta Utara, Senin, 13 Januari.

Saat ini, diakui Teguh, pemerintah masih fokus menambah jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG yang menyediakan makanan untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah.

Dalam beberapa waktu ke depan, pemerintah pusat lewat Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengumpulkan pemerintah daerah untuk mengevaluasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Kita akan diundang oleh BGN untuk melakukan dievaluasi. Tentu saja dalam forum tersebut kami juga nanti akan memberikan saran masukan yang selama ini kami cermati masalah MBG tersebut," tuturnya.

Program MBG ternyata membuat pedagang kantin sekolah lesu. Keuntungan penjualan makanan yang dijajakan di sekolah berkurang drastis.

Kondisi ini diakui oleh salah satu pedagang kantin sekolah di Jakarta bernama Rosul (56). Rosul mengaku omzetnya berkurang karena para siswa banyak yang tak membeli dagangannya karena telah mendapat makan gratis.

"Jelas sangat mengurangi (keuntungan). Aku cuma bisa jualan pagi aja. Kalau siang, udah enggak bisa lagi karena (siswa) udah dapat (makan gratis)," kata Rosul kepada wartawan, Senin, 6 Januari.

Sehari-hari, Rosul menjual makanan berat berupa nasi dan lauk pauk. Menu makanannya juga serupa dengan program MBG, seperti nasi, ayam serta tahu-tempe sebagai sumber protein, dan sayuran tumis.

"Kalau ramai biasanya bisa habis 100 porsi. Setelah ada MBG, hanya 50 porsi. Setengahnya. Biasanya saya abis istirahat saya masak lagi, tapi sekarang sudah enggak lagi," ungkap dia.

Karenanya, Rosul berharap pihak sekolah bisa mengupayakan kepada pemerintah untuk memperhatikan kondisi pedagang kantin sekolah yang pendapatannya berkurang akibat MBG.