Bagikan:

JAKARTA - Dua badan usaha milik negara (BUMN) yakni PT Pertamina (Persero) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan melakukan rasionalisasi anak usaha. Hal itu dilakukan agar perusahaan tersebut lebih efisien dan fokus dalam menjalankan bisnisnya.

Pertamina akan lakukan rasionalisasi sebanyak 25 anak usaha pada tahun 2020 dan 2021. Sementara, Telkom tahun ini dan tahun depan akan merasionalisasi 20 anak usaha.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, untuk tahun ini ada delapan usaha yang akan rasionalisasi oleh Pertamina, dengan rincian tujuh yang dilikuidasi dan satu usaha yang didivestasi.

"Sisanya yang 17 perusahaan kami akan lakukan di tahun depan. Nanti berikutnya tahapan ketiga setelah yang 17 itu, paralel kami juga sekarang sedang melihat kembali sesuai dengan prinsip yang Bapak Menteri sampaikan yaitu efisiensi dan fokus kepada core business," ucapnya, dalam video conference bersama wartawan, di Jakarta, Jumat, 3 April.

Nicke mengatakan, ke depan pihaknya akan lakukan pemantuan untuk melihat usaha mana yang kemudian bisa dilakukan merger. Tetapi tidak menutup kemungkinan, akan ada rencana melakukan akuisisi, yang secara strategis memang diperlukan untuk Pertamina dalam memperkuat bisnis utamanya.

Menurut Nicke, langkah rasionalisasi ini diharapkan dapat membuat perusahaan ke depan menjadi lebih efisiensi dan fokus pada perusahaan yang masih aktif.

"Sehingga hal ini akan menciptakan value added bagi perusahaan. Pertamina tidak menutup kemungkinan untuk melakukan akuisisi," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, saat ini Telkom memiliki 49 anak perusahaan. Dari jumlah itu, beberapa ada yang duplikasi bisnis dan beberapa tidak efisien.

"Karena itu, 20 anak perusahaan akan kami rasionalisasi tahun ini dan 2021, sehingga kami bisa lebih fokus pada portofolio dan core business," ujar Ririek.

Mekanisme rasionalisasi terhadap ke-20 anak usaha itu, kata Ririek, ada yang akan dilakukan melalui proses likuidasi, tapi ada juga yang melalui proses merger. Namun, Ririek tidak mengungkapkan nama-nama perusahaan yang akan dirasionalisasi tersebut.

Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan, baik Pertamina maupun Telkom tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurut Erick, pihaknya menghindari PHK pada karyawan yang bekerja pada anak cucu usaha pelat merah yang terkena efisiensi.

"Kami tetap pastikan efisiensi itu berjalan. Tentu pasti ada pertanyaannya bagaimana nasib karyawan? Seminimal mungkin tidak lay off (PHK), karena banyak sekali perusahaan yang kami efesiensikan, rasionalisasikan, banyak yang sebenarnya shell company. Sehingga bisa digabungkan," tuturnya.