YOGYAKARTA - Cara kerja mesin diesel terjadi dengan sistem pembakaran internal yang memanfaatkan pengapian kompresi untuk mentransformasikan energi dalam bahan bakar diesel menjadi energi mekanik putar.
Mesin diesel sendiri diberi nama berdasarkan nama penemunya pada tahun 1858, yakni Rudolf Diesel, yang lahir di Paris Prancis. Mesin diesel pertama dibuat pada tahun 1893 dan pada mulanya dirancang agar bisa beroperasi dengan bahan bakar minyak kacang.
Ketika pertama kali diciptakan, cara kerja mesin diesel melibatkan bahan bakar produk sampingan yang berasal dari ekstraksi parafin dan minyak tanah. Selanjutnya pada tahun 1894, produk limbah ini menjadi bahan bakar mesin yang pada akhirnya disebut juga sebagai “diesel”.
Pada saat ini, mesin diesel dioperasikan dengan bahan bakar berupa solar. Secara sederhana, mesin diesel dioperasikan dengan cara melibatkan gerak piston untuk memampatkan campuran udara yang mengandung oksigen dengan bahan bakar solar. Ketika udara ini dikompresi pada rasio sekitar 15:1, maka campuran antara udara dan solar tersebut dapat memicu ledakan, yang memaksa piston kembali dan menciptakan gerakan reciprocating. Gerak ini selanjutnya diubah menjadi gerak putar oleh poros engkol mesin.
Agar Anda lebih memahami sistem kerja mesin diesel, penting juga bagi Anda untuk memahami komponen-komponen mesin diesel termasuk sejarahnya, seperti yang dirangkum dari OTO.com di bawah ini.
Cara Kerja Mesin Diesel. (Foto: Antara)
Sejarah Mesin Diesel
Mesin Diesel diciptakan karena mesin dengan tenaga bensin pada awalnya dinilai tidak efektif dan efisien. Pada tahun 1876, mesin bensin diciptakan oleh Nikolaus August Otto. Pada saat itu, cara kerja mesin bensin memanfaatkan prinsip pembakaran empat langkah. Pada tahap awal, hanya sekitar 10 persen dari bahan bakar yang digunakan dalam jenis mesin ini yang benar-benar menggerakkan kendaraan. Sebagian besar sisa bahan bakar lainnya hanya mampu menghasilkan panas yang tidak berguna.
Selanjutnya, pada tahun 1878, Rudolf Diesel menciptakan mesin dengan efisiensi yang lebih tinggi. Dia mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk mengembangkan combustion power engine (mesin tenaga pembakaran). Pada tahun 1892, Rudolf Diesel mendapatkan hak paten mesin diesel.
Selama beberapa dekade, mesin diesel mempunyai reputasi sebagai mesin yang kurang ramah lingkungan. Mesin ini mengeluarkan jelaga, kotor, dan berisik. Namun pada abad ke-21, mesin diesel menjadi jauh lebih bersih, lebih senyap, dan bahkan lebih efisien.
Bagaimana Cara Kerja Mesin Diesel?
Cara kerja mesin diesel yaitu dengan cara menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar melalui nozel injektor. Bahan bakar disemprotkan saat udara di setiap ruang sudah dikompresi hingga cukup panas untuk menghidupkan bahan bakar secara spontan.
Pada tahap pertama, mesin diesel bekerja dengan cara mengisap. Mesin diesel menarik udara dari luar dan masuk ke dalam melalui katup hisap. Udara yang masuk akan mendorong Titik Mati Atas (TMA) dan Titik Mati Bawah (TMB) yang membuat ruang bakar meluas.
Selanjutnya, piston akan bekerja menekan Titik Mati Atas (TMA) dan Titik Mati Bawah (TMB) untuk melakukan kompresi udara di dalam ruang pembakaran. Dalam proses ini, katup hisap dan pembuangan tertutup rapat yang bertujuan agar tekanan dan suhu di dalam mesin dapat meningkat.
Ketika suhu di dalam ruang bakar sudah memanas karena udara yang terkompres, maka injektor akan menyemprotkan solar ke ruang pembakaran. Solar pun terbakar dan mendorong piston sehingga energi kinetik dapat dihasilkan.
BACA JUGA:
Langkah terakhir yaitu langkah pembuangan, di mana piston akan menerapkan hal yang sama dengan langkah kedua. Namun, pada tahap ini katup pembuangan terbuka, sehingga hasil pembakaran keluar dari katup pembuangan. Siklus pun akan berulang kembali dari langkah hisap.
Demikianlah ulasan mengenai cara kerja mesin diesel. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.