Kontroversi Klaim Prestasi Anies Baswedan Selama Menjabat yang Sering Dipermasalahkan Netizen
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Twitter @aniesbaswedan)

Bagikan:

JAKARTA - Selama hampir empat tahun, Anies merealisasi sebagian komitmennya yang kemudian diklaim sebagai prestasi. Bukan hanya prestasi, kepemimpinan Anies juga acap kali mengundang kontroversi.

Berikut ini Kontroversi Klaim Prestasi Anies Selama Menjabat di Pemrov DKI:

Kontroversi Klaim Prestasi Anies Selama Menjabat

1. Penyediaan Rumah DP Rp 0

Coba tengok di bidang kesejahteraan rakyat, tahun 2019 lalu Anies juga dianggap mengaku sudah menyediakan hunian layak dengan harga relatif murah. Hal ini dijelaskan dengan program rumah DP Rp 0.

"Dalam hal pengadaan rumah layak dan relatif murah, pada 2019 rumah DP Rp 0 di Nuansa Pondok Kelapa selesai dibangun dengan jumlah sebanyak 780 unit. Dengan kisaran harga angsuran Rp 1,1-2,2 juta per bulan selama 20 tahun, warga telah dapat menerima rumah untuk tipe studio, 1 kamar ataupun 2 kamar.

Fasilitas yang tersedia di Rumah DP Rp 0 ini juga terbilang komplit, terdiri atas lift, taman, ruang ibadah, ruang terbuka, parkir penghuni dan layanan bis TransJakarta," tutur Anies, Selasa, 15 Oktoberseperti yang dikutip VOI dari detik.

2. Bidang Kebudayaan

kontroversi klaim prestasi Anies selama menjabat di tahun 2019, ia juga mengklaim prestasi di bidang kebudayaan. Anies mengaku sudah menggelar sebagian festival budaya. Dari tingkat lokal sampai internasional.

Seperti contohnya JIPFEST, Jakarta International Photo Festival yang digelar untuk pertama kalinya, Jakarta International Folklore Festival 2019, Musik Tepi Barat, Jakarta Muharram Festival, Dapur Qurban DKI, sampai Seni Mural.

3. Revitalisasi Trotoar

Anies bahkan dikira klaim sudah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 km selama dua tahun menjabat. Pembangunan itu disebut akan memanjakan pejalan kaki.

"Dalam hal pemberesan trotoar, selama dua tahun berjalan Pemprov DKI Jakarta telah merevitalisasi trotoar sepanjang 134 kilometer," sebut Anies terhadap wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

4. Penggratisan PBB

Kontroversi Berikutnya, penggratisan PBB untuk guru sampai pahlawan kemerdekaan juga diklaim Anies sebagai prestasi. Penggratisan PBB ini malahan lebih dari Rp 180 miliar.

"Dalam hal Penggratisan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pemprov DKI Jakarta memiliki program untuk membebaskan pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi guru, pensiunan ASN, pensiunan TNI/Polri, pahlawan kemerdekaan dan mantan presiden/wakil presiden. Hingga September 2019, sudah ada 19.929 objek pajak yang digratiskan PBB-nya dengan nilai Rp 180,4 miliar," kata Anies.

5. Peningkatan Pengguna Transportasi Umum

Ditahun 2019 lalu, klaim adanya kemajuan di bidang transportasi. Ia menerangkan kalau Pemprov DKI Jakarta dengan serius mengerjakan penyempurnaan atas integrasi antarmoda. Ada peningkatan jumlah rute TransJakarta, dari 109 pada 2017 bertambah jadi 220 rute pada 2019. Jumlah bis juga bertambah dari 2.380 pada 2017 menjadi 3.548 unit pada 2019.

Selanjutnya, moda transportasi di Jakarta menjadi kian terintegrasi lewat program Jak Lingko, yang tersambung dengan MRT dan LRT. Selama uji publik 11 Juni sampai 13 Oktober 2019, LRT juga sudah melayani 798 ribu penumpang. Anies menyebut, dengan langkah ini, ada lonjakan jumlah penumpang transportasi umum.