Bagikan:

JAKARTA - Kapal Basarnas KN SAR Bima Sena mengevakuasi sebanyak 109 warga Kepulauan Sitaro korban erupsi Gunung Ruang, Sulawesi Utara (Sulut). Mereka dievakuasi ke Minahasa Utara.

"Warga yang dievakuasi nantinya dibawa ke Pelabuhan Munte di Kabupaten Minahasa Utara," kata Nakhoda Syahbudin saat diwawancara di atas kapal KN SAR Bima Sena di perairan Tagulandang,Sulut, Rabu 1 Mei, disitat Antara.

Dia mengatakan, warga setibanya di Pelabuhan Munte akan ditangani Pemerintah Provinsi Sulut ke lokasi evakuasi lewat jalur darat.

Dia menjelaskan, dari 109 korban yang dievakuasi tersebut, tercatat ada 56 orang dewasa, warga lanjut usia 21 orang serta anak-anak dan balita 32 orang.

Para pengungsi tersebut berasal dari beberapa desa sekitar Haasi, Mohongsawang, Belehumara, Barangkapehe, desa yang sebagian besar rumahnya mengalami kerusakan pascaerupsi hebat Gunung Ruang.

Warga yang dievakuasi menggunakan KN SAR Bima Sena diberangkatkan dari Pelabuhan Minanga, Kecamatan Tagulandang Utara.

Kapal Basarnas tersebut awalnya merapat di Pelabuhan Tagulandang sejak Selasa malam, dekat dengan Gunung Ruang yang berada di Pulau Ruang.

Kemudian, kapal bergerak dari Pelabuhan Tagulandang menuju Pelabuhan Minanga pada esok harinya untuk mengevakuasi korban erupsi Gunung Ruang. Beberapa jam sebelumnya, KMP Lokongbanua juga mengevakuasi warga ke Pulau Siau.

Sebelumnya, Gunung Ruang di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut kembali berstatus awas level IV setelah kembali erupsi pada hari Selasa pukul 02.35 WITA.

Dalam informasi erupsi Gunung Ruang yang diteruskan Ketua Pos PGA Ruang, Julius Ramopolii dalam grup percakapan 'Info Gunung Api Sitaro' pukul 02.45 WITA, saat laporan tersebut Gunung Ruang dalam kondisi erupsi.

Saat erupsi, tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 10 menit.