Bagikan:

JAKARTA - Hasil survei terbaru dari Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menunjukkan generasi Z (lahir 1997-2012) dan milenial (lahir 1981-1996) berharap agar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berperan sebagai oposisi atau berada di luar pemerintahan Prabowo-Gibran di masa mendatang.

Mereka percaya PDIP dapat menjadi penyeimbang efektif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Wakil Direktur LPI, Ali Ramadan menyampaikan hasil survei, sebanyak 60,4% responden mendukung PDIP untuk menjadi oposisi atau menolak rekonsiliasi antara PDIP dan Gerindra.

Perinciannya, 11,6% sangat tidak setuju dengan rekonsiliasi, 48,8% tidak setuju, 17,2% setuju, dan 8,1% sangat setuju, sisanya tidak memberikan jawaban.

"Alasan utama yang mendorong Gen Z dan milenial menginginkan PDIP menjadi oposisi adalah untuk memberikan peran sebagai penyeimbang politik di parlemen, yang disetujui oleh mayoritas, yakni 66,2%," ungkap Ali dalam keteranganya, Rabu 20 Maret.

Sementara bagi mereka yang mendukung rekonsiliasi antara PDIP dan Gerindra, mayoritas (44,3%) berpendapat langkah tersebut akan mengurangi instabilitas politik di parlemen dan meningkatkan stabilitas pemerintahan pada periode 2024-2029.

Selain itu, 21,2% responden berpendapat baik PDIP maupun Gerindra merupakan partai besar yang berpengaruh.

Ali menjelaskan kedua partai ini, PDIP dan Gerindra, memiliki pengaruh yang signifikan dalam politik nasional, dan keduanya dapat berkontribusi secara positif, baik melalui koalisi maupun peran sebagai oposisi yang konstruktif.

Dia menambahkan Gen Z dan milenial memiliki pandangan independen dan kritis terhadap dinamika politik, termasuk pemilihan presiden, pelaksanaan pemilu, dan peluang rekonsiliasi politik untuk masa pemerintahan 2024-2029.

Oleh karena itu, LPI melakukan survei khusus terhadap klaster ini karena cenderung memiliki karakteristik independen dan kritis.

Survei nasional LPI ini dilakukan dari tanggal 12 hingga 18 Maret 2024 terhadap 1.300 responden Gen Z (usia 17-26 tahun) dan milenial (usia 27-42 tahun) yang memiliki hak pilih pada tanggal 14 Februari 2024. Margin of error dari survei ini adalah ± 2,97 pada tingkat kepercayaan 95 persen. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified multistage random.