23 Warga Jambi Jadi Korban Investasi Bodong Modus Investasi Mobil
Direktur Ditrekrimum Polda Jambi Kombes Andri Ananta Yudhistira, Selasa (13/12/2023). ANTARA/Tuyani.

Bagikan:

JAMBI - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menyelidiki kasus dugaan investasi bodong dengan modus mengajukan kredit mobil untuk diinvestasikan dengan skema penyewaan.

Direktur Ditreskrimum Polda Jambi Kombes Andri Ananta Yudhistira  mengatakan saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan pemeriksaan atas dugaan kasus penipuan investasi bodong tersebut.

Ada 23 orang warga Kota Jambi yang menjadi korban penipuan tersebut dengan total kerugian mencapai Rp13 miliar.

"Kami sudah menerima laporannya dan sedang diselidiki, untuk perkembangan selanjutnya jika terbukti adanya dugaan pidana maka pastinya akan kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," kata dia dilansir ANTARA, Rabu, 13 Desember.

Mulanya ada sebanyak 21 warga Kota Jambi diduga menjadi korban investasi bodong dengan modus mengajukan kredit mobil untuk diinvestasikan dengan skema penyewaan. Kemudian pada 8 November, bertambah dua orang korban lagi sehingga menjadi 23 orang.

Kuasa hukum korban Beni Ari Feriadi mengatakan dengan adanya laporan dari korban, pihaknya berharap kasus investasi bodong menjadi atensi bagi Polda Jambi.

 

"Disinyalir, masih ada korban lainnya yang belum berani membuat laporan. Apabila masih ada jangan takut untuk melapor ke Polda Jambi," kata dia.

Diketahui terdapat 34 mobil para korban yang sudah diberikan kepada pelaku, dalam melakukan aksinya pelaku memberikan iming-iming bonus sebesar Rp2 juta kepada korban. Berdasarkan pengakuan korban, bahwa pelaku mengatakan mobil-mobil tersebut akan disewakan ke beberapa perusahaan.