Bagikan:

LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menggandeng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung untuk melakukan penelitian pergerakan tanah di Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur.

"Kami sudah mengirim surat ke PVMBG Bandung untuk dilakukan penelitian pergerakan tanah di Cigoong Utara itu," kata Kepala Seksi Rehabilitasi BPBD Lebak Irman Utharman dikutip ANTARA, Selasa, 4 April.

Pergerakan tanah di Cigoong Utara Kabupaten Lebak perlu dilakukan penelitian agar masyarakat yang terdampak potensi bencana alam dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Saat ini, 25 rumah warga Cigoong Utara terdampak pergerakan tanah. Rumahnya mengalami kerusakan bagian atap, tiang penyangga, retak-retak tembok dan sebagian roboh.

Warga mengalami pergerakan tanah sejak Januari 2023. Cigoong Utara diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan petir dalam sepekan terakhir.

Untuk memastikan dampak terjadinya pergerakan tanah, pihaknya menggandeng PVMBG Bandung sehingga dapat merekomendasikan bahaya kawasan perkampungan tersebut.

Dari hasil penelitian PVMBG Bandung itu nantinya jika pergerakan tanah membahayakan masyarakat maka perlu dilakukan relokasi ke lokasi yang lebih aman.

"Kita siap melakukan relokasi bila membahayakan keselamatan warga akibat pergerakan tanah itu," katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah dipastikan membantu relokasi masyarakat yang terkena pergerakan tanah. Bantuan itu berupa pembangunan hunian tetap atau huntap di lokasi baru yang lebih aman dari ancaman bencana alam tersebut.

"Kami siap merelokasi warga yang terdampak pergerakan tanah setelah hasil penelitian PVMBG Bandung dengan membangun huntap itu," katanya.

Camat Cikulur Kabupaten Lebak, Sukmajaya mengatakan, masyarakat di wilayahnya siap direlokasi jika lokasi pergerakan tanah itu membahayakan.

Saat ini, masyarakat yang terdampak bencana alam tinggal bersama anggota keluarga dan sebagian menyewa maupun mengontrak rumah.

"Kami menargetkan tahun ini bisa dirampungkan perbaikan badan jalan nasional," katanya.