Moeldoko: Tumbuhkan Potensi Desa untuk Kurangi Kemiskinan Esktrem
Ilustrasi wisatawan menyusuri Desa wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. ANTARA/Devi Nindy.

Bagikan:

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyampaikan potensi yang ada di desa seperti pertanian dan pariwisata dapat dikembangkan secara maksimal untuk mengurangi jumlah masyarakat yang mengalami kemiskinan ekstrem.

"Saya melihat lahan-lahan di sini (Desa Tenjolaya dan Cicurug Sukabumi) subur, airnya juga banyak. Pemandangannya juga indah dan cuacanya sejuk. Ini potensi besar yang harus digarap demi kesejahteraan masyarakatnya," kata Moeldoko melalui keterangan tertulis terkait kunjungannya ke Desa Tenjoloyo dan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat 1 Juli.

Moeldoko kagum atas potensi pertanian dan pariwisata desa di Desa Tenjoloyo dan Cicurug yang dapat menjadi modal besar untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.

Ia berpesan agar masyarakat mau membuka diri dan serius menggarap potensi yang berada di desa, terutama dari sektor pertanian dan parawisata. Dengan dikembangkannya potensi desa, akan menggerakkan dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

"Saya titip kepada Pak Camat, garap potensi desa agar warga di sini bisa meningkat kehidupannya. Agar nanti ada anak-anak di sini yang bisa jadi menteri, jadi pengusaha," ujar Moeldoko disitat Antara.

Moeldoko yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) juga memberikan bantuan bibit padi kepada petani dalam kunjungannya. Bibit yang diberi nama M-70D tersebut disebut sebagai hasil riset Moeldoko, yang diklaim bisa mempercepat masa tanam, dan memberikan keuntungan besar untuk petani.

"Selaku Ketua HKTI, saya punya tanggung jawab untuk memperbaiki nasib petani dan pertanian Indonesia," ucap Moeldoko usai menyerahkan bantuan bibit secara simbolis kepada masyarakat Desa Tenjolaya dan Cicurug Sukabumi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia pada tahun 2021 adalah 4 persen atau 10,86 juta jiwa, sedangkan angka kemiskinan sebanyak 26,5 juta jiwa atau 9,71 persen.

Presiden Jokowi menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem dapat mencapai nol persen pada tahun 2024. Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem telah ditetapkan pada tanggal 8 Juni 2022.

Inpres tersebut mengamanatkan kepada 22 kementerian, enam lembaga, dan pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dalam mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.