Atap Tribun Formula E Jakarta Ambruk, Berapa Duit yang Dihabiskan untuk Gelaran ePrix?
Pekerja menyelesaikan pemasangan bangku penonton Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) di kawasan Ancol, Jakarta, Rabu (11/5/2022). .ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

Bagikan:

JAKARTA - Atap tribun penonton Formula E Jakarta ambruk menjelang satu minggu ajang balap mobil listrik itu dilaksanakan di Sirkuit Ancol, Jakarta Utara.

Ketua Komite Penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad Sahroni  mengatakan ambruknya atap tribun penonton kategori "grandstand" itu pada Jumat, 27 Mei malam, disebabkan hujan deras yang mengguyur Ibu Kota.

"Badai tadi malam (27/5)," kata Sahroni kepada wartawan melalui pesan singkat dikutip Antara, Sabtu, 28 Mei.

Menurut dia, atap yang ambruk hanya ada satu atap untuk kategori panggung penonton kategori "grandstand".

Saat ini, lanjut dia, petugas sedang memperbaiki atap yang runtuh itu.

"Sedang dinaikkan kembali. Aman," imbuhnya.

Foto ambruknya atap penonton di Sirkuit Formula E Jakarta itu beredar di media sosial yang diunggah seorang warganet.

Dari foto itu kerangka dan atap berwarna putih ambruk menutupi kursi-kursi berwarna kuning dan merah itu.

Tangkapan layar - Atap untuk panggung penonton kategori grandstand yang ambruk di Sirkuit Formula E Jakarta, Sabtu (28/5/2022). Facebook/robybyanant/Dewa via ANTARA
 

Biaya Penyelenggaraan Formula E Jakarta

Panitia penyelenggara Formula E Jakarta atau ePrix menyebutkan biaya pelaksanaan ajang balap mobil listrik itu mencapai kisaran Rp120 miliar hingga Rp130 miliar.

"Untuk aspalnya, kan sudah tahu hampir Rp60 miliar, selebihnya pembangunan 'grandstand' dan segala macamnya," kata Ketua Komite Penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad Sahroni dikutip Antara, Kamis, 26 Mei.

Pembangunan sirkuit sepanjang 2,4 kilometer itu dilaksanakan oleh kontraktor PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama dengan anggaran mencapai Rp60 miliar. Sirkuit itu memiliki 18 tikungan dengan bentuk menyerupai kuda lumping.

Selain biaya membangun sirkuit, panitia juga membangun fasilitas pendukung lainnya seperti panggung penonton, garasi pebalap (paddock)  dan fasilitas lainnya.

Setelah sirkuit rampung dikerjakan, panitia menjual 60 ribu tiket untuk penonton yang terdiri dari lima kategori kelas, yakni "Festival Ancol", "Festival Circuit", "grandstand", VIP dan VVIP.

Ada pun harga tiket paling murah adalah "Festival Ancol" Rp250 ribu dan termahal untuk kelas VVIP untuk kategori "Jakarta Royal Suite" mencapai Rp10 juta.

Selain menonton balapan, panitia juga menampilkan hiburan dari para artis Ibu Kota serta pameran UMKM DKI Jakarta.

Nantinya, sirkuit permanen yang berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, juga digunakan selain agenda balap mobil listrik.

Sebelumnya, BUMD DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang mengeluarkan dana pembangunan sirkuit itu mengatakan, rencananya ada tujuh agenda lain usai hajatan Formula E tersebut.

"Selesai ini (Jakarta E-Prix) masih ada tujuh lagi kegiatan di Sirkuit Formula E. Pada tahun ini di-'booked' tujuh (kegiatan)," kata Direktur Utama Jakpro, Widi Amanasto kepada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (19/5).

Widi tidak merinci kegiatan yang akan diselenggarakan di sirkuit yang baru saja rampung itu.

Namun ia menjelaskan sirkuit itu tidak hanya digunakan sebagai arena balap mobil, tapi juga kegiatan otomotif lainnya.

Ajang balap mobil listrik akan diadakan Sabtu (4/6) di Ancol, Jakarta Utara. Namun, panitia belum membeberkan susunan para pebalap yang akan berlaga di Jakarta.