Kemensos Siapkan Lumbung Sosial di Pasaman, Agar Korban Bencana Mampu Mandiri Jika Ada Gempa Susulan
Mensos Tri Rismaharini siapkan Lumbung Sosial untuk hadapi kemungkinan gempa susulan. (foto: dok. antara)

Bagikan:

PASANG -Bencana gempa bumi di Pasaman,  Jumat, 25 Februari, telah membuat masyarakat menderita. Untuk itu Kementerian Sosial berencana menyiapkan lumbung sosial di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat.

Keberadaan lumbung sosial atau tempat penyimpanan persediaan barang-barang yang diperlukan pada masa tanggap darurat bencana akan memudahkan penyaluran bantuan bagi korban bencana.

"Kita akan mengkaji untuk membuat lumbung sosial agar warga mandiri jika terjadi gempa susulan," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini, kepada Antara, saat mengunjungi warga yang terdampak gempa di Nagari Kajai, Sabtu, 26 Februari.

Risma mengemukakan bahwa saat ini mobilisasi bantuan untuk korban bencana membutuhkan waktu karena permukiman warga yang pada Jumat lalu  terdampak gempa berada sekitar 15 kilometer dari ibu kota Kabupaten Pasaman Barat di Simpang Empat. 

Penyediaan lumbung sosial di daerah yang rawan terdampak bencana akan mempercepat dan memudahkan pendistribusian bantuan pada masa tanggap darurat bencana.

Kementerian Sosial sudah mengirimkan bantuan berupa makanan, minuman, tenda, kasur, selimut, perlengkapan bayi, perlengkapan keluarga, peralatan dapur, pakaian anak, dan pakaian orang dewasa untuk korban gempa di Pasaman Barat.

Menurut data sementara pemerintah, gempa dengan magnitudo 6,1 yang pada Jumat pagi terjadi di wilayah Pasaman Barat menyebabkan empat orang meninggal dunia, 19 orang terluka berat, tujuh orang terluka sedang, dan 36 orang terluka ringan.

Gempa juga menyebabkan kerusakan sekitar 5.000 bangunan serta memaksa sekitar 10.000 orang mengungsi.

Dalam kesempatan kunjungan ke lokasi bencana, Menteri Risma juga menyambangi anak-anak yang berada di tenda pengungsian di Kenagarian Kajai, Talamau, Pasaman Barat.

Risma dengan hangat menyalami puluhan anak yang langsung menyambut kedatangannya di bawah tenda pengungsian. Ia kemudian menyerahkan bantuan kepada mereka.

"Hari ini saya datang bersama tim mengunjungi para penyintas sekaligus menyerahkan bantuan," kata Risma yang didampingi Bupati Pasaman Barat Hamsuardi di Simpang Ampek, Sabtu.

Usai menyambangi anak-anak, ia langsung mengecek rumah-rumah warga yang mengalami rusak berat di kawasan Kenagarian Kajai. Ia juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris yang meninggal dunia usai gempa sebesar Rp15 juta.

Menurutnya pengecekan dilakukan untuk menentukan tindakan lebih lanjut yang akan dilakukan oleh Kemensos RI, berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta instansi terkait.

Selain itu pihak Kemensos juga melakukan upaya pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak di pengungsian.

Pemulihan trauma tersebut dipandu oleh tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dengan harapan bisa menghilangkan trauma mereka setelah mengalami bencana gempa bumi.

Mensos Tri Rismharini berada di tengah anak-anak korban gempa di Pasaman. (foto: dok. Antara) 

 

Tim LDP tampak berbaur dengan puluhan anak-anak di tenda pengungsian, mengadakan tanya-jawab, bermain serta bernyanyi bersama.

Kepala Sentra Handayani Kemensos RI, Sulis Tya, mengatakan pemulihan terhadap anak-anak tersebut akan dilakukan secara bertahap dan berlanjut.

Kenagarian Kajai merupakan wilayah yang terdampak parah dari bencana gempa bumi yang terjadi pada Jumat lalu dengan magnitudo 6,1, berpusat di Pasaman Barat.

Banyak rumah-rumah warga yang rubuh dan mengalami kerusakan berat, akibatnya warga harus mengungsi karena rumahnya tidak bisa lagi ditempati.

Pada lokasi setempat juga ada satu Masjid yang roboh saat gempa terjadi, yakni Masjid Raya Kajai yang menelan satu korban jiwa atas nama Anismar (70).