Cara Membuat Akuarium Berisi Ikan Air Laut yang Sedang Hype

Cara Membuat Akuarium Berisi Ikan Air Laut yang Sedang <i>Hype</i>

Akuarium ikan air laut. (Wardhany Tsa Tsia/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Mendatangi bursa ikan hias di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat, membuat kami mengetahui jika ikan air laut banyak menjadi buruan warga. Alasannya, ketimbang ikan air tawar yang dibanderol dengan harga di atas Rp20 ribu, ikan air laut biasanya dijual mulai harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.

Biasanya, para pembeli akan mencari beragam ikan air laut seperti ikan nemo, ikan butterfly, ikan zebra, dan ikan blue devil. Ikan jenis ini lazim ditemui di kios para penjual ikan air laut.

Lantas apa saja yang harus anda siapkan ketika akan memelihara ikan hias air laut? Kepada tim VOI, Hasan yang merupakan salah satu pedagang di bursa ikan hias Jalan Sumenep, Menteng, memberi tahu kami apa saja yang harus disiapkan.

"Pertama harus ada akuarium dulu ya. Ukurannya bisa bermacam-macam, misalnya yang kecil 60 centimeter (cm)," kata dia ketika ditemui di kiosnya, Minggu, 12 Januari.

Setelah mempunyai akuarium, Anda harus menyiapkan air laut yang akan diisi ke dalam akuarium itu. Untuk 12 liter air laut atau satu kantong besar, biasanya Hasan membanderolnya dengan harga Rp10 ribu.

Jika sudah ada keduanya, jangan lupa juga sediakan pompa akuarium, filter air, skimmer atau alat yang akan mengangkat kotoran air laut, dan berbagai alat lainnya termasuk chiller yang berguna untuk mengatur suhu air laut. Sebab, ikan air laut dan terumbu karang harus berada dalam suhu yang cukup dingin, misalnya, sekitar 26 derajat celcius.

Tak hanya itu, kata Hasan, jangan lupa juga sediakan lampu. Sebab, lampu ini penting bagi terumbu karang maupun ikan yang ada di dalam akuarium.

Jika semua sudah anda siapkan, Hasan bilang, Anda bisa memulainya dengan mengisi kerikil dasar di dalam akuarium.

"Isi kerikil dasar dahulu, karang dasar, lalu masukan air. Kemudian, airnya harus di-recycling, difilter selama seminggu, ikan sama terumbu karangnya jangan dimasukin dulu. Nanti malah mati semua," jelasnya.

Pedagang di bursa ikan hias di Jalan Sumenep, Menteng bernama Hasan. (Wardhany Tsa Tsia/VOI)

 

Setelah proses recycling selesai, koral atau terumbu karang hidup bisa dimasukkan ke dalam akuarium. "Seminggu kemudian baru isi ikan laut," ujar Hasan.

Untuk proses pemeliharaannya, Hasan bilang, setiap enam bulan sekali akuarium air laut harus dikuras.

Namun, Hasan mengatakan, kalau calon pembeli akuarium air laut tak mau ribet dengan proses-proses yang harus dilakukan sebelumnya. Maka dari itu, kiosnya sudah menjual akuarium air laut yang sudah siap pakai. Untuk satu akuarium berukuran 60 cm dengan beragam ikan, dia membanderol dengan harga sekitar Rp4 juta atau lebih.

"Tergantung ukuran [akuarium] ya, kalau yang kecil 60 cm, sama akuarium paling habis Rp4 jutaan," tutupnya.