أنشرها:

JAKARTA  – Nvidia resmi mengumumkan pembangunan tujuh superkomputer kecerdasan buatan (AI) untuk Departemen Energi Amerika Serikat (DOE), sebuah langkah besar yang akan memperkuat riset nuklir dan energi alternatif AS. Namun di balik proyek raksasa senilai miliaran dolar ini, CEO Nvidia Jensen Huang juga menyuarakan keinginannya agar perusahaan kembali bisa beroperasi di China.

Dalam pidato di konferensi pengembang Nvidia pertama yang digelar di Washington, Huang menyeimbangkan pujian terhadap Presiden Donald Trump dengan pernyataan yang menyinggung kebijakan China. Ia memuji agenda “America First” Trump yang dianggap mendorong investasi besar dalam manufaktur dan riset AI di AS, sekaligus menyesalkan sikap pemerintah China yang menutup akses pasar bagi Nvidia.

“Kami ingin Amerika memenangi perlombaan AI, itu sudah pasti,” ujar Huang. “Tapi kami juga harus hadir di China. Kebijakan yang membuat Amerika kehilangan separuh pengembang AI dunia justru merugikan kita sendiri.”

Nvidia kini menjadi inti dari perlombaan global dalam pengembangan AI. Perusahaan itu berada di tengah tarik-ulur perang dagang AS–China, yang menentukan siapa yang akan menguasai ekosistem teknologi dunia. Kunjungan Huang ke Washington bertepatan dengan tur Asia Presiden Trump, yang dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping untuk membahas isu teknologi, termasuk penggunaan chip Nvidia di China.

Huang mengonfirmasi bahwa perusahaannya belum mengajukan izin ekspor chip generasi terbaru ke China karena larangan dari pihak Beijing. “Mereka sudah menyatakan dengan jelas tidak ingin Nvidia ada di sana saat ini. Saya berharap situasi itu bisa berubah,” katanya.

Proyek tujuh superkomputer yang dikerjakan Nvidia untuk DOE akan memiliki dua fungsi utama: menjaga dan mengembangkan arsenal nuklir AS serta mempercepat penelitian energi alternatif seperti fusi nuklir. Salah satu superkomputer terbesar, bernama Solstice, akan dibangun bersama Oracle dan berisi sekitar 100.000 chip Nvidia Blackwell.

Analis Carson Group, Blake Anderson, memperkirakan nilai chip untuk satu superkomputer saja bisa mencapai 3 hingga 4 miliar dolar AS, meski harga aktual kemungkinan lebih rendah karena diskon bagi pelanggan federal.

Selain proyek DOE, Huang juga mengumumkan sejumlah kolaborasi besar. Nvidia menandatangani kerja sama dengan Nokia untuk mengembangkan teknologi jaringan AI, termasuk peningkatan efisiensi daya pada stasiun basis 6G. Nvidia juga membeli 2,9% saham Nokia senilai 1 miliar dolar AS.

Di sektor otomotif, Nvidia meluncurkan platform mobil otonom baru bernama Hyperion yang akan digunakan dalam proyek robotaksi bersama Uber dan Stellantis. Sementara itu, kemitraan dengan Palantir Technologies akan memperkuat sistem logistik berbasis AI bagi berbagai industri.

“Langkah-langkah ini menunjukkan kemampuan Nvidia memperluas jangkauan di luar pasar pusat data,” kata Gil Luria, analis di D.A. Davidson. “Meski nilainya masih kecil dibandingkan belanja besar-besaran Microsoft, Amazon, Google, dan Meta, proyek ini bisa membuka pasar baru bagi Nvidia.”

Dalam wawancara terpisah, Huang menegaskan bahwa sebagian besar chip Nvidia kini diproduksi di fasilitas TSMC di Arizona, sementara server dan perangkat jaringan dirakit di Texas dan California. “Kami benar-benar memproduksi kembali di Amerika. Presiden Trump sendiri yang pertama kali mendorong saya untuk membawa manufaktur pulang,” ucapnya.

Seiring pengumuman ini, saham Nvidia ditutup naik 5% di level 201,03 dolar AS pada Selasa (28/10). Huang menambahkan bahwa TSMC akan segera membawa teknologi pengemasan chip tercanggihnya ke Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang — memperkuat ambisi AS untuk kembali menjadi pusat inovasi semikonduktor dunia.

Huang pun menegaskan satu hal: agar Amerika tetap unggul dalam AI, perusahaan seperti Nvidia harus bisa bersaing di panggung global, termasuk di pasar terbesar kedua dunia — China


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)