JAKARTA - Ukraina menggelar pembicaraan "substantif" mengenai isu ekonomi dan keamanan dengan Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, dengan diskusi lebih lanjut diharapkan digelar di Davos, Swiss pekan ini, kata pejabat senior Ukraina pada Hari Minggu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang mengatakan Ia berharap dapat menandatangani dokumen dengan AS tentang jaminan keamanan di Davos, mengatakan timnya telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan di AS.
"Kami telah melakukan diskusi substantif tentang rencana pembangunan ekonomi dan kemakmuran serta jaminan keamanan untuk Ukraina," jelas Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Rustem Umerov di media sosial, Al Arabiya dari AFP (19/1).
Lebih banyak pembicaraan akan diadakan di Forum Ekonomi Davos minggu ini, lanjut Umerov.
Pembicaraan tersebut berlangsung menjelang peringatan keempat invasi Moskow dan ketika Rusia telah membombardir fasilitas energi Ukraina selama musim dingin yang membekukan - dengan sebagian Kyiv masih tanpa pemanas dalam suhu serendah -12C.
Tim Ukraina mengadakan pembicaraan dengan Kushner, Witkoff dan Menteri Angkatan Darat AS Dan Driscoll. Kyiv menginginkan kejelasan dari sekutu mengenai jaminan keamanan pasca-perang.
"Sudah ada beberapa putaran negosiasi. Mereka sedang mengerjakan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengakhiri perang," kata Presiden Zelensky dalam pidato malam harinya.
Ia mengatakan ragu Rusia benar-benar ingin mengakhiri invasinya, dengan alasan Moskow justru fokus pada "serangan rudal" dan memaksa "pemadaman listrik" di Ukraina.
Rusia menyerang jaringan energi Ukraina setiap malam, kata Presiden Zelensky.
اقرأ أيضا:
Sekitar 58.000 pekerja di Ukraina berpacu untuk memperbaiki "jaringan listrik dan objek pembangkit listrik, serta jaringan pemanas," tambahnya.
Situasi di ibu kota, katanya, “sangat sulit.”
Terpisah, kepala staf baru Presiden Ukraina Kyrylo Budanov mengatakan pada Hari Minggu, negaranya akan menerima peralatan pemanas dari Italia untuk "mendukung wilayah yang paling terdampak oleh teror Rusia."
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)