أنشرها:

YOGYAKARTA - Anda mungkin telah memahami fungsi penting penis dan testis sebagai alat sistem reproduksi pria. Selain dua organ tersebut, ada organ-organ lain yang juga mendukung sistem reproduksi pria. Dalam artikel ini, kita akan mengenal anatomi organ reproduksi pria dan fungsinya.

Sistem Reproduksi Pria dan Fungsinya

Sistem reproduksi pria terdiri dari beberapa organ yang berfungsi untuk mendukung kelangsungan reproduksi seksual.

Sistem reproduksi ini bekerja untuk memproduksi, memelihara, dan menyalurkan sperma atau air mani.

Fungsi selanjutnya yaitu untuk menyalurkan sperma ke dalam saluran reproduksi wanita.

Sistem reproduksi juga memiliki fungsi untuk memproduksi dan mengeluarkan hormon seks pria. Alat reproduksi pria terdiri dari beberapa bagian, khususnya organ eksternal dan internal.

Setiap bagian dari organ reproduksi pria ini memiliki fungsi khusus masing-masing.

  1. Penis

Penis pada pria memiliki fungsi yang sama seperti vagina pada wanita. Ketika menerima rangsangan seksual, penis akan membesar dan mengeras (ereksi). Ini merupakan proses awal untuk membantu mengeluarkan sperma atau yang disebut dengan ejakulasi.

Organ reproduksi pria ini bukan berupa otot, tetapi jaringan seperti spons yang dialiri darah. Pada umumnya, anatomi penis terdiri dari tiga bagian utama, yaitu akar (radix), batang (corpus), dan kepala (glans).

  • Akar (radix)

Radix yaitu bagian pangkal penis yang ada di dekat dasar panggul. Akar penis mempunyai tiga jaringan ereksi dan dua otot, yaitu ischiocavernosus dan bulbospongiosus.

  • Batang (corpus)

Batang penis adalah bagian penghubung akar dan kepala penis. Corpus terdiri dari tiga silinder jaringan ereksi, yaitu dua buah corpora cavernosa dan sebuah corpus spongiosum.

  • Kepala (glans)

Kepala adalah bagian ujung penis yang berbentuk mengerucut dan terdapat lubang saluran uretra. Saluran ini membantu fungsi penis sebagai tempat keluar urine dan air mani.

  1. Testis

Umumnya, testis dikenal dengan sebutan pelir atau biji kemaluan. Organ satu ini memiliki bentuk oval, seperti telur ayam.

Testis akan mulai tumbuh ketika laki-laki memasuki masa pubertas, yaitu sekitar usia 10 – 13 tahun.

Ketika testis membesar selama masa pertumbuhan, kulit di sekitar skrotum akan ditumbuhi rambut halus, berwarna lebih gelap, dan menggantung ke bawah. Terkait ukuran, setiap pria memiliki ukuran testis yang berbeda-beda.

Fungsi testis sebagai alat reproduksi pria yaitu menghasilkan dan menyimpan sperma. Selain itu, testis juga berguna untuk memproduksi hormon testosteron.

Bagian sistem reproduksi pria lainnya yang berhubungan langsung dengan testis, antara lain sebagai berikut.

  • Epididimis

Epididimis adalah tempat penyimpanan sementara dan pematangan sel sperma sebelum difungsikan untuk membuahi sel telur.

  • Vas deferens

Vas deferens adalah saluran berbentuk tabung yang memiliki fungsi untuk menyalurkan sel sperma matang dari epididimis menuju saluran uretra untuk dikeluarkan ketika ejakulasi.

  1. Skrotum

Skrotum adalah kantong kulit yang menggantung di belakang penis. Organ ini memiliki fungsi untuk membungkus testis dan sebagai pengontrol suhu testis.

Agar bisa memproduksi sperma yang normal, testis harus berada pada suhu yang tepat. Idealnya, testis harus berada pada suhu yang sedikit lebih dingin dibandingkan suhu tubuh.

Otot-otot khusus yang ada di dinding skrotum memungkinkan testis mengerut atau menegang jika terjadi perubahan suhu dari lingkungan sekitarnya.

Secara alamiah, ukuran testis akan mengerut atau mengecil ketika mereka terpapar suhu dingin. Sebaliknya, testis juga akan menjadi elastis saat berada di suhu yang hangat.

  1. Kelenjar prostat

Letak kelenjar prostat ada di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kemih (uretra), yaitu saluran tempat keluarnya urine dan sperma dari dalam tubuh.

Fungsi utama prostat yaitu menghasilkan cairan yang bercampur sel sperma yang diproduksi testis untuk proses ejakulasi.

Cairan prostat ini juga berguna untuk menjaga sel sperma agar tetap sehat dan memiliki kualitas yang baik.

Pasalnya, prostat mempunyai komponen antibodi untuk melindungi dari bakteri dan patogen penyebab penyakit.

  1. Kelenjar internal

Pada alat reproduksi pria, ada juga organ dalam yang disebut dengan kelenjar internal atau organ aksesori.

Bagian ini juga memiliki fungsi penting dalam sistem reproduksi pria.

  • Saluran ejakulasi

Saluran ejakulasi dibentuk oleh vas deferens dan vesikula seminalis yang berguna untuk mengalirkan sperma keluar dari penis.

  • Uretra

Uretra adalah tabung yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh pria. Pada pria, uretra mempunyai fungsi tambahan untuk mengeluarkan air mani (ejakulasi) saat mencapai klimaks atau orgasme.

  • Vesikula seminalis

Vesikula seminalis yaitu kantung yang menempel pada vas deferens di dekat pangkal kandung kemih.

Kantung ini berguna untuk membuat cairan kaya gula (fruktosa) sebagai sumber energi untuk sel-sel sperma.

  • Kelenjar bulbourethral

Kelenjar ini memproduksi cairan bening dan licin yang berguna sebagai pelumas uretra dan menetralkan keasaman pada organ penis. Sehingga, sel-sel sperma tetap hidup saat dikeluarkan.

Demikianlah ulasan mengenai sistem reproduksi pria dan bagian-bagiannya​​​​​​. Semoga bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)