JAKARTA – Sudah belasan tahun guru swasta bergaji tak seberapa ini bekerja keras demi keluarga. Lelehan keringat tak membuatnya letih, namun sebaliknya rumah tangganya dibiarkan terbengkalai oleh sang istri yang kariernya melesat di perusahaan perminyakan milik negara.
"Bertahan demi anak perempuan kami," katanya.
Kisah seorang guru seni di sekolah swasta yang digugat cerai istrinya karena beda penghasilan ini ramai jadi perhatian netizen setelah dibagikan akun media sosial X @mazzini_gsp, Sabtu 6 Juni.
Menurut utas akun tersebut, pria yang disebut sebagai "Pak Guru" itu menikah dengan istrinya saat ini sejak 2008. Sejak masa pacaran, ia telah terbuka mengenai profesinya sebagai guru swasta yang memiliki penghasilan terbatas.
Meski demikian, keduanya saling mengerti dan saling mencintai untuk membangun bahtera rumah tangga. Pada 2012, keluarga kecilnya makin lengkap setelah kelahiran seorang anak perempuan yang kini berusia 13 tahun.
Sebagai kepala keluarga yang telah dikaruniai putri, Pak Guru tak tinggal diam, berupaya mencari tambahan penghasilan di luar profesinya sebagai pengajar.
Sepulang mengajar, memakai motor bututnya, ia membuka warung kopi sederhana dan sesekali bekerja sebagai pengisi acara atau personel band lokal. Seluruh pendapatannya itu disebut untuk kebutuhan rumah tangga dan membesarkan anak mereka.
Namun roda kehidupan kemudian berubah. Karier sang istri disebut utas melesat hingga menduduki posisi strategis di sebuah perusahaan minyak besar berpelat merah.
Kenaikan jabatan tersebut diikuti peningkatan pendapatan yang sangat signifikan, bahkan disebut mencapai ratusan juta rupiah per bulan.
Perubahan kondisi ekonomi itu, menurut pengakuan Pak Guru dalam utas, memengaruhi kehidupan rumah tangga mereka.
"Sejak gaji dia 100 juta lebih per bulan, gaya hidup pun mulai timpang, istri mulai akrab dengan barang-barang branded, dinas luar kota hingga berminggu-minggu, dan lingkungan pergaulan baru yang gemerlap," curhat Pak Guru dalam utas tersebut.
اقرأ أيضا:
Di sela jungkir balik mencari tambahan penghasilan demi keluarganya, Pak Guru mengaku juga menjalankan berbagai peran domestik di rumah.
Ia disebut mengurus anak, menangani pekerjaan rumah tangga, serta memahami kesibukan istrinya yang kerap pulang larut malam hingga dini hari karena tuntutan pekerjaan.
Perasaan akan posisi dan perannya dalam keluarga semakin terpinggirkan muncul. Dalam pengakuannya, kebersamaan sebagai pasangan mulai memudar.
"Puncaknya, esensi 'berpasangan' mulai hilang. Istri saya sering mengambil keputusan sepihak," ujarnya.
Salah satu contoh yang disebutkan ketika sang istri membeli mobil baru tanpa berdiskusi lebih dahulu dengan kepala keluarga. Sang istri melakukannya karena merasa mampu membayar sendiri kendaraan tersebut.
Dan tak lama berselang, seperti mimpi di siang bolong, gugatan cerai sampai ke depan mukanya.
"Peran di rumah sebagai ayah sekaligus ibu yang selama ini dilakukan benar-benar di luar dugaan balasannya adalah selembar surat gugatan cerai," ujar Pak Guru dalam utas.
Bagian yang paling menyita perhatian netizen saat proses gugatan perceraian berjalan.
Menurut pengakuan Pak Guru, ia berupaya mempertahankan pernikahan karena tidak ingin anaknya tumbuh dengan dalam kondisi keluarga yang berpisah.
Namun, keinginannya mempertahankan rumah tangga justru dipandang negatif oleh pihak istrinya.
"Istri meyakini sikap bertahan saya karena agar saya leluasa numpang hidup dengannya karena gaji kecil saya sebagai guru membuat dia menganggap saya benalu," ungkapnya.
Di satu sisi, dari mulai proses mediasi persidangan, Pak Guru menghadapi kenyataan ini sendirian. Sang istri bahkan membawa anak sematawayang mereka berlibur ke luar negeri ketika momen tersebut.
"Yang membuat hati hancur berkeping-keping adalah saat hari mediasi di pengadilan itu. Istri tidak hadir di sidang mediasi karena sedang liburan ke luar negeri," kata Pak Guru.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)