JAKARTA - Kementerian Kebudayaan RI menyalurkan Bantuan Kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain penanganan warga terdampak, pemerintah juga memulai langkah cepat Penanganan Cagar Budaya yang rusak akibat bencana. Pernyataan ini disampaikan langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam taklimat media di Gedung E Kemenbud, Jakarta, Kamis, 4 November.
Menbud Fadli menyebut kementeriannya telah menggalang dana sekitar Rp1,5 miliar untuk pemulihan awal. Dana tersebut akan disalurkan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan di tiga provinsi terdampak. “Kami turut berduka. Dana sudah terkumpul dan siap disalurkan dalam tahap awal mitigasi,” ujar Fadli.
Kemenbud mengirim tim gabungan ke lapangan untuk asesmen kerusakan fisik cagar budaya, pengamanan artefak, dan dukungan bagi SDM kebudayaan. Juru pelihara dan petugas lapangan mendapat prioritas keselamatan.
Data sementara menunjukkan 43 cagar budaya terdampak: 34 di Aceh, 7 di Sumatera Utara, dan 2 di Sumatra Barat. Sejumlah nama situs yang mengalami kerusakan antara lain Rumah Tjong A Fie, Situs Bukit Kerang, Masjid Tua Kebayakan, Benteng Indrapatra, Rumah Rasuna Said, serta jalur kereta api bersejarah Sawahlunto.
“Kami mengerahkan tenaga untuk inventarisasi dampak. Pemulihan akan diprioritaskan berdasar tingkat keparahan dan urgensi konservasi,” tegas Menbud Fadli. Ia memastikan koordinasi lintas kementerian dan pemda berjalan untuk percepatan perlindungan darurat.
また読む:
Menbud juga mengajak publik ikut mendukung penyelamatan warisan budaya. Kemenbud terus memantau kondisi situs dan artefak sambil membuka ruang kolaborasi dengan daerah dan pemangku kepentingan. “Kami siap berkoordinasi dan intervensi kebijakan sesuai tugas dan fungsi,” kata Fadli.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)