JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang 12 hari dengan Iran telah menciptakan peluang bagi Israel untuk membebaskan para sandera yang ditawan di Gaza.
"Saya ingin memberi tahu Anda bahwa seperti yang mungkin Anda ketahui, banyak peluang telah terbuka sekarang setelah kemenangan ini, banyak peluang,” kata Netanyahu dilansir Reuters, Senin, 30 Juni.
“Pertama-tama, untuk menyelamatkan para sandera. Tentu saja kita juga harus menyelesaikan masalah Gaza, untuk mengalahkan Hamas, tetapi saya memperkirakan bahwa kita akan mencapai kedua tugas itu," sambung Netanyahu menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.
Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir sebelumnya mengatakan perang di Iran, yang berakhir pada tanggal 24 Juni, dapat membantu memajukan tujuan Israel melawan kelompok Hamas yang didukung Iran di Jalur Gaza.
Radio publik Israel Kan melaporkan kabinet keamanan Israel telah bertemu pada Minggu, 29 Juni malam dan akan bertemu lagi pada Senin.
Menteri urusan strategis Israel Ron Dermer, orang kepercayaan Netanyahu, dikabarkan melakukan pembicaraan tentang Iran dan Gaza di Gedung Putih pada Senin, 30 Juni.
اقرأ أيضا:
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut Netanyahu sedang merundingkan kesepakatan dengan Hamas, meskipun tidak ada pemimpin yang memberikan rincian.
Amerika Serikat mengusulkan gencatan senjata 60 hari dan pembebasan setengah dari sandera dengan imbalan tahanan Palestina dan sisa-sisa warga Palestina lainnya.
"Saya kira sudah dekat. Saya baru saja berbicara dengan beberapa orang yang terlibat," kata Trump dilansir Reuters, Sabtu, 28 Juni.
"Kami kira dalam minggu depan kita akan mencapai gencatan senjata,” sambungnya.
Hamas akan membebaskan sandera yang tersisa setelah gencatan senjata permanen diberlakukan.
Pada Minggu, militer Israel memerintahkan warga Palestina untuk mengosongkan daerah-daerah di Gaza utara sebelum pertempuran intensif melawan Hamas.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)