JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer buka suara terkait 19 juta lapangan kerja yang dijanjikan kubu Presiden Prabowo Subianto dan Gibran saat kampanye pemilihan presiden yang lalu.
Noel yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) ini mengatakan target ini bisa terjadi selama kondisi ekonomi global berada pada kondisi yang baik.
Namun nyatanya, kata dia, kondisi ekonomi sedang tidak stabil, termasuk terpilihnya Trump sebagai Presiden AS yang tidak bisa diprediksi.
"Memang Pak Prabowo Tuhan bisa ngeliat ke depan? Ada yang tau Presiden Amerika sekarang Donald Trump? Kan enggak ada yang tahu. Semua kan gambling semua," ujarnya kepada wartawan di Gedung Kemnaker, Kamis, 14 Agustus.
Noel menambahkan, saat ini pemerintah tengah mengupayakan terhadap proyek berbasis investasi yang diyakini bisa membuka lapangan kerja.
Dikatakan Noel, janji 19 juta lapangan kerja tidak bisa diwujudkan secara instan apalagi janji tersebut dibuat saat kondisi global masih berada di kondisi yang stabil.
"Nah kalau seandainya kondisinya stabil jangan 19 juta, 20 juta juga tercapai," sambung dia.
Lebih lanjut, dia menyebut, saat ini banyak perusahaan dan industri yang bertahan dan melakukan efisiensi di tengah ketidakpastian global imbas perang tarif karena Donald Trump.
"Semua industri kan kita lihat memang banyak yang bertahan kan, defense. Ada yang bertahan, ada yang nggak mampu, efisiensi, melakukan layoff," jelas dia.
اقرأ أيضا:
Saat ditanya terkait revisi target lapangan kerja, Noel enggakn memberikan jawaban pasti.
Menurutnya, perhitungan target tersebut merupakan kewenangan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Saya belum berani memberi sebuah target ya. Tapi yang penting bahwa kita sebagai pemerintah sedang melakukan upaya semaksimal mungkin. Pasti yang terbaik lah. Gak mungkin kita mau berhalu tidak mampu. Negara ini harus pasti," tandas dia.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)