Tak Lagi Umumkan Angka Kasus Harian COVID-19, Satgas COVID-19: Tidak Ada Maksud Menutupi Data

JAKARTA - Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan tidak diumumkannya angka kasus harian COVID-19 bukan berarti pemerintah tengah menutup-nutupi data mengenai perkembangan virus tersebut di Indonesia. Dia bahkan mempersilakan masyarakat untuk mengontrol data yang ada jika tak sesuai fakta di lapangan.

"Tidak ada maksud menutup-nutupi data. Kami mendorong transparansi publik dan silakan masyarakat ikut mengontrol apabila ada kondisi yang tidak sesuai dengan sebenarnya," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 24 Juli.

Dia mengatakan, meski data tak disampaikan secara langsung melalui siaran publik namun masyarakat tetap bisa mengakses data harian melalui situs www.covid19.go.id/peta-sebaran

Dalam halaman situs tersebut, sambung Wiku, pemerintah akan mengumumkan data secara rutin setiap harinya pada pukul 16.00 WIB setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selesai melakukan verifikasi data tersebut.

Lebih lanjut, kata dia, data mengenai COVID-19 yang akan disajikan di situs itu sedang diusahakan agar bisa disajikan secara real-time agar tidak ada perbedaan antara data nasional dengan data yang ada di daerah.

Hanya saja, penerapan data real-time kasus COVID-19 di Indonesia tersebut masih butuh waktu lebih lama karena Satgas COVID-19 masih harus membuat data terintegrasi antar masing-masing lembaga termasuk Kementerian Kesehatan.

"Prosesnya ternyata butuh waktu yang lama karena selama empat bulan pertama kami belum mampu mengintegrasikan jadi satu karena ada beberapa kendala dalam proses pengumpulan data dan proses verifikasi data di Kementerian Kesehatan ternyata perlu waktu lebih lama," ujar dia.

Sebelumnya, Satgas COVID-19 mendapat sorotan setelah mereka tak lagi mengumumkan jumlah kasus harian COVID-19. Padahal beberapa bulan belakangan ini, sebagai juru bicara, Achmad Yurianto selalu muncul di layar televisi maupun melalui akun YouTube BNPB untuk menyampaikan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia.

Pada awal kemunculannya, alih-alih menyampaikan informasi mengenai perkembangan kasus, Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito justru menjelaskan soal angka persentase kesembuhan COVID-19 dan zonasi wilayah penyebaran COVID-19.

Sedangkan untuk angka harian, dia meminta masyarakat membacanya di situs www.covid19.go.id.

Hal ini kemudian ditanggapi oleh anggota DPR RI Komisi IX Saleh Partaonan Daulay. "Mengapa pengumuman seperti itu (menyampaikan data harian, red) tidak lagi dilakukan," kata Saleh saat dihubungi VOI, Rabu, 22 Juni.

Menurut dia, penyampaian data harian dengan mengandalkan situs internet belum tentu bisa menjangkau masyarakat. Sebab, tak semua masyarakat mempunyai akses internet yang lancar seperti di kota-kota besar.

"Tapi kalau diumumkan di televisi mereka bisa tahu dan nonton sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pengumuman terkait jumlah kasus harian baik suspek maupun positif, sembuh, dan meninggal dunia sebaiknya diumumkan setiap hari. Bahkan, kalau perlu dipaparkan secara jelas pemetaan daerah penyebaran virus tersebut sehingga masyarakat menjadi lebih waspada.

Apalagi, di berbagai negara pengumuman terkait penambahan jumlah kasus harian COVID-19 kerap dilakukan. "Jadi kalau mereka terbuka, kenapa kita tidak terbuka? Ya, boleh saja kan sebetulnya, apa yang mesti disembunyikan dari situ," tegasnya.