Bulan Bung Karno Tahun ini Digelar Virtual

JAKARTA - DPP PDI Perjuangan akan kembali menggelar acara Bulan Bung Karno pada Juni mendatang. Kegiatan yang mulai diselenggarakan tahun 2010 itu bertema "Bung Karno Bapak Bangsa, Spirit Pancasila: Gotong Royong Hadapi COVID-19".

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, rangkaian acara yang dimulai pada tanggal 1, 6, dan 21 Juni mendatang akan dilakukan secara daring, melalui teleconference, webinar, dan utilisasi seluruh sosial media akibat COVID-19.

"Peringatan Bulan Bung Karno di tengah COVID-19 ini mengingatkan bagaimana setidaknya bangsa Indonesia harus berdikari sekurang-kurangnya di bidang pangan, kesehatan, energi, keuangan, pertahanan, dan keamanan," kata Hasto dalam konferensi pers webinar, Rabu, 27 Mei.

Bulan Bung Karno diawali dengan Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, yakni 1 Juni 1945. Rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno mencakup lomba pidato, lomba cipta lagu, lomba pembuatan video, Gelar Museum Bung Karno secara virtual, bakti sosial, dan juga berbagai bentuk kegiatan kebudayaan. 

"Kegiatan sejenis juga dilakukan seluruh pengurus dan kader partai di daerah dengan mengedepankan muatan lokal," ujar Hasto.

 

Hasto menyebut, peringatan Bulan Bung Karno adalah mengangkat benang merah bahwa momentum perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia selalu menghadiri sosok Bung Karno. 

Bung Karno, kata Hasto, mulai menorehkan sejarah dari menjadi anggota aktif Trikoro Darmo, yang kemudian menjadi Jong Java, pendirian Partai Nasional Indonesia pada tanggal 4 Juli 1927, hingga pembentukan Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia.

Kepeloporan Presiden pertama RI ini juga melahirkan seluruh konsepsi tentang dasar dan tujuan bernegara, pandangan hidup dan jiwa bangsa Indonesia yakni Pancasila yang jika diperas menjadi satu, adalah gotong royong. 

"Puncaknya adalah pada Proklamasi 17 Agustus 1945 dimana Bung Karno sebelum membacakan teks Proklamasi dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia sebagai momentum bagi bangsa dan seluruh Tanah Air Indonesia untuk berani meletakkan nasib bangsa dan negara di tangan kita sendiri," jelas Hasto.