Operator Terbesar China Mobile Siapkan 6G Berbasis AI
JAKARTA - China Mobile, salah satu operator telekomunikasi terbesar di China, mulai menyiapkan jaringan 6G dengan AI sebagai teknologi utamanya. Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan jaringan generasi berikutnya tidak lagi hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga kecerdasan.
Melansir laporan China Daily dikutip Kamis, 25 Juni, China Mobile memperkenalkan visi strategis baru dalam World Mobile Congress Shanghai 2026. Perusahaan itu menempatkan kecerdasan buatan atau AI sebagai pusat riset dan pengembangan jaringan generasi berikutnya.
Chairman China Mobile Chen Zhongyue mengatakan makna "mobile" kini tidak lagi sebatas komunikasi bergerak. Istilah itu juga mencakup komputasi bergerak dan AI bergerak. Perubahan ini menunjukkan bagaimana AI mulai menjadi bagian utama dalam pengembangan teknologi telekomunikasi.
"Revolusi AI sedang membentuk ulang produksi dan kehidupan sehari-hari, memberi operator ruang pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya serta kemampuan layanan yang lebih dalam," kata Chen.
Baca juga:
China Mobile membangun ekosistem layanan cerdas untuk konsumen dan industri. Untuk rumah tangga, AI akan diterapkan pada layanan olahraga, budaya, dan keuangan. Perangkat yang disiapkan meliputi ponsel pintar berbasis AI, kacamata pintar, hingga robot humanoid.
Unit usahanya, Migu, juga mengembangkan agen AI untuk Piala Dunia 2026. Agen AI adalah sistem kecerdasan buatan yang dapat menjalankan tugas tertentu, bukan sekadar menjawab pertanyaan. Dalam ajang itu, sistem akan mengolah data pertandingan secara waktu nyata menjadi analisis taktik visual agar penonton lebih mudah memahami jalannya laga.
Di sektor industri, China Mobile mengembangkan platform internet industri Tiangong untuk mendukung industri baja, manufaktur, dan energi. Dalam kerja sama dengan salah satu perusahaan baja, teknologi pemantauan visual cerdas digunakan menggantikan pengamatan manusia di mulut tungku sehingga proses produksi beralih dari berbasis pengalaman menjadi berbasis data.
Chen mengatakan layanan tersebut ditopang dua teknologi utama. Pertama, MobileClaw, kerangka agen AI yang membekali sistem dengan berbagai kemampuan untuk menjalankan tugas. Kedua, MoMA, platform yang menyediakan lebih dari 300 model AI bagi perusahaan dengan sistem yang aman dan andal.
Menurut China Daily, China Mobile juga mempercepat pengembangan jaringan 5G-Advanced, jaringan optik 10 gigabit, serta jaringan terpadu ruang angkasa dan darat.
Pengembangan 6G diarahkan untuk memenuhi kebutuhan AI pada berbagai bidang, seperti otomasi industri, telemedisin, dan ekonomi ketinggian rendah. Istilah ini merujuk pada kegiatan ekonomi yang memanfaatkan ruang udara rendah, misalnya drone, taksi terbang, dan layanan logistik udara jarak dekat.
China Mobile juga membangun jaringan komputasi terpadu berbasis pusat komputasi cerdas berskala besar. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung pelatihan model AI dan penerapan agen AI.