Pabrik Nissan di Inggris Bakal Produksi Mobil Chery
JAKARTA - Pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, akan digunakan untuk memproduksi mobil penumpang Chery Automobile. Langkah ini menunjukkan cara pabrikan China memperluas pasar global: memakai kapasitas pabrik luar negeri yang belum terpakai penuh.
Disadur dari laporan Yicai Global, Sabtu, 6 Juni, Nissan dan Chery International UK telah menandatangani kesepakatan tidak mengikat untuk menjajaki produksi kontrak di pabrik Sunderland.
Pabrik itu tetap dimiliki dan dioperasikan sepenuhnya oleh Nissan. Seluruh pekerja juga tetap berada di bawah Nissan.
Kerja sama ini diperkirakan membantu meningkatkan pemanfaatan pabrik Sunderland. Tahun lalu, tingkat penggunaan kapasitas pabrik tersebut berada di bawah 50 persen karena adopsi kendaraan listrik di Eropa berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Sunderland merupakan basis produksi terakhir Nissan di kawasan Eropa. Pabrik ini juga menjadi bagian penting dari strategi elektrifikasi perusahaan.
Produksi untuk Chery diperkirakan dimulai pada lini pertama Sunderland pada tahun fiskal 2027. Sebelumnya, Nissan akan memindahkan model-model yang sudah ada ke lini kedua untuk meningkatkan efisiensi.
Skema ini bisa menjadi pola baru kerja sama antara pabrikan China dan produsen otomotif global. Satu pihak butuh akses produksi di luar negeri. Pihak lain membutuhkan pabriknya bekerja lebih optimal.
Nissan sedang menjalankan restrukturisasi besar melalui rencana Re:Nissan setelah mencatat kerugian tajam pada tahun fiskal 2024. Program itu menargetkan pengurangan jumlah pabrik kendaraan global dari 17 menjadi 10 pada akhir tahun fiskal 2027 dan pemangkasan sekitar 20.000 pekerjaan.
Baca juga:
Meski begitu, Sunderland tetap dipertahankan dan terus diarahkan ke produksi kendaraan listrik.
Namun transisi kendaraan listrik di Eropa belum secepat harapan. Menurut lembaga riset otomotif Jepang MarkLines, tingkat pemanfaatan kapasitas Sunderland hanya 45,5 persen pada 2025.
Bulan lalu, Nissan memindahkan produksi model yang ada ke lini kedua. Lini pertama kemudian disiapkan untuk pekerjaan OEM bagi Chery mulai tahun fiskal 2027. OEM berarti produksi dilakukan satu perusahaan untuk merek perusahaan lain.
Kerja sama ini bukan langkah tunggal Chery. Pabrikan asal Wuhu itu sebelumnya juga bergerak agresif memanfaatkan aset produksi luar negeri, termasuk bekas fasilitas Nissan.
Pada 2024, Chery dan EV Motors asal Spanyol mengakuisisi pabrik Nissan di Barcelona untuk memproduksi kendaraan bermerek Ebro.
Pada Januari tahun ini, Chery juga sepakat membeli pabrik Nissan di Rosslyn, Afrika Selatan. Transaksi itu diperkirakan rampung pada pertengahan tahun.
Menurut Yicai Global, produsen mobil China lain juga mulai memperluas jejak manufaktur mereka di luar negeri.
Stellantis disebut akan menyediakan layanan OEM bagi Dongfeng Motor di pabrik Rennes-la-Janais, Prancis barat. Sementara itu, sejumlah media melaporkan Geely Auto telah mencapai kesepakatan dengan Ford Motor untuk mengakuisisi lini perakitan bodi kendaraan Body 3 di pabrik Ford Valencia, Spanyol.
Langkah ini menunjukkan pabrikan China makin aktif memakai kapasitas produksi luar negeri untuk mempercepat ekspansi global.