Penduduk Miskin NTT 1,03 Juta Orang, BPS: 91 Persen Lansianya Miliki Jaminan Kesehatan
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 91,11 persen dari 379.592 orang lanjut usia (lansia) yang berada pada desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengantongi jaminan kesehatan dari pemerintah.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa pemenuhan hak dasar tersebut disalurkan melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) BPJS Kesehatan.
"Dari 379.592 lansia yang masuk desil 1-4, sebanyak 91,11 persen telah memiliki jaminan kesehatan melalui PBI. (Ada) 118.711 orang lansia yang hidup sendiri, yang 59,31 persen di antaranya telah menerima PBI," kata Amalia, dalam Acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 bertema “Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh” Bersama Kementerian Sosial di Kupang, NTT, Minggu, disitat Antara.
Dia menjelaskan, pemetaan kluster sosial terhadap total 379.592 jiwa lansia yang berada pada kelompok desil terbawah tersebut berhasil dilakukan berkat integrasi data yang kian akurat.
Potret demografi kelompok rentan di Nusa Tenggara Timur ini dinilai menjadi salah satu rujukan krusial dalam pemutakhiran DTSEN.
Baca juga:
Menurut dia, langkah intervensi perlindungan sosial yang inklusif, termasuk bagi kelompok lansia di NTT ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan angka harapan hidup di kawasan Indonesia timur.
"Pemutakhiran DTSEN terus dilakukan supaya bansos tepat sasaran. Rekonsiliasi dengan Dukcapil setiap tiga bulan juga terus dilakukan," kata Amalia.
Adapun berdasarkan data yang diterbitkan BPS pada 5 Februari 2026, jumlah penduduk miskin NTT pada September 2025 sebesar 1,03 juta orang, menurun 57,09 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Angka itu jika dibandingkan pada September 2024, menurun 76,24 ribu orang.