Naver Corp Siapkan 1 Triliun Won, Kreator Konten Dibayar Jika Karyanya Dipakai AI

JAKARTA - Perang AI kini bukan cuma soal siapa punya mesin paling pintar. Yang makin mahal justru isi dapurnya berupa konten manusia yang bagus, rapi, dan bisa dipercaya.

Dikutip dari laporan Yonhap, Kamis, 28 Mei, Naver Corp. menyiapkan investasi 1 triliun won dalam lima tahun ke depan untuk mendorong konten buatan pengguna bagi layanan kecerdasan buatan atau AI.

Jika memakai kurs 1 won Korea Selatan berada di kisaran Rp11,65–Rp11,77. Dengan patokan itu, investasi Naver tersebut setara sekitar Rp11,6 triliun hingga Rp11,7 triliun.

“Fokus persaingan platform AI kini bergerak ke arah pengamanan kualitas data dan daya saing layanan,” kata Kim Kwang-hyun, Chief Data and Contents Officer Naver, dalam siaran pers perusahaan.

Kim mengatakan Naver akan memperluas upaya nonteknis untuk menemukan konten bagus dan para kreatornya. Nilainya mencapai 1 triliun won dalam lima tahun.

Langkah awalnya adalah program Naver Mate yang akan diluncurkan bulan depan. Program ini memberi insentif uang kepada kreator berdasarkan seberapa sering konten mereka dikutip oleh layanan pencarian pintar Naver, AI Briefing.

AI Briefing adalah fitur pencarian berbasis AI generatif. Mudahnya, sistem ini merangkum jawaban dari berbagai informasi agar pengguna lebih cepat mendapat inti jawaban.

Naver menyebut sekitar 3.000 pengguna akan dipilih setiap bulan. Mereka bisa menerima hingga 10 juta won, atau sekitar US$6.632,6.

AI Briefing diluncurkan pada Maret lalu. Menurut Naver, layanan itu kini digunakan sekitar 30 juta pengguna setiap bulan.

Bagi industri AI, langkah ini penting. Selama ini, banyak kreator khawatir karya mereka dipakai untuk melatih atau memperkaya layanan AI tanpa imbalan yang jelas. Naver mencoba mengambil jalan agar konten yang berguna bagi AI diberi nilai ekonomi.

Naver juga akan meluncurkan fitur Smart Lens pada Juni. Fitur ini membantu pengguna mencari informasi tentang berbagai objek dengan cara merekam atau memotretnya lewat kamera ponsel.

Lewat investasi besar ini, Naver ingin mengejar dua hal yakni memperkuat layanan AI dan menjaga pasokan konten bermutu. Sebab, secanggih apa pun teknologinya, AI tetap butuh karya manusia agar jawabannya tidak sekadar cepat, tetapi juga layak dipercaya.