Danantara Pecah Bisnis Danareksa, Holding Kawasan Industri Indonesia Resmi Dibentuk

JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengumumkan pemecahan atau spin-off lini bisnis PT Danareksa (Persero). Keputusan tersebut disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Danareksa yang digelar kemarin.

Salah satu langkah utama dalam restrukturisasi itu adalah memisahkan sub-klaster kawasan industri Danareksa dan membentuk holding BUMN baru yang akan mengelola seluruh kawasan industri milik negara.

“Ada holding baru yang khusus mengurusi seluruh kawasan kita. Danareksa sudah enggak ada lagi (klaster bisnis kawasan industri),” ujar Dony kepada kepada wartawan, Selasa, 26 Mei.

Sekadar informasi, Danareksa selama ini memiliki empat klaster bisnis utama, yakni sub-klaster kawasan industri, jasa keuangan, konstruksi, serta media dan teknologi.

Pada sub-klaster kawasan industri, Danareksa membawahi enam perusahaan, yaitu PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP).

Melalui restrukturisasi tersebut, sambung Dony, seluruh kawasan industri itu akan berada di bawah holding baru bernama Kawasan Industri Indonesia.

“Kawasan nanti namanya Kawasan Industri Indonesia,” tutur Dony.

Kepala BP BUMN ini menjelaskan selama ini pengelolaan kawasan industri masih bercampur dengan lini usaha lain sehingga kurang fokus. Karena itu, model bisnisnya akan diubah agar pengelolaannya lebih terarah.

“Bisnis modelnya kita ubah. Jadi fokus kepada kawasan. Tidak ada lagi yang campur-campur,” ujarnya.

Sementara itu, Danareksa akan difokuskan hanya pada bisnis manajemen aset atau asset management. Menurut Dony, identitas Danareksa akan dikembalikan sebagai holding yang khusus mengelola sektor tersebut.

“Kalau yang asset management menjadi satu, holdingnya nanti namanya Danareksa, kita kembalikan lagi dengan Danareksa,” katanya.

Bisnis manajemen aset Danareksa sendiri selama ini berada dalam sub-klaster jasa keuangan yang mencakup PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Danareksa Capital, PT Danareksa Finance, PT BRI-Danareksa Sekuritas, dan PT BRI Manajemen Investasi.

Untuk lini bisnis sekuritas, Dony mengatakan nantinya akan dikonsolidasikan ke dalam dua entitas besar, yakni Mandiri Sekuritas dan BNI Sekuritas.

Dony menjelaskan langkah spin-off dan restrukturisasi ini merupakan bagian dari agenda besar konsolidasi BUMN yang sedang dijalankan pemerintah dan Danantara. Program tersebut ditujukan untuk memangkas jumlah BUMN dari sekitar 1.400 perusahaan menjadi hanya sekitar 300 perusahaan.

Lebih lanjut, Dony menargetkan konsolidasi tersebut dapat selesai di tahun ini.

“Kita upayakan semuanya. Karena kan kita harus kejar momentum juga kan. Supaya tahun ini beres proses legalnya, tahun depan kita masuk ke dalam proses operasionalnya. Kita harus optimis kan,” katanya.