Xi Kecam PM Jepang saat Bertemu Trump, Isu Taiwan Jadi Pemicu
JAKARTA - Presiden China Xi Jinping mengecam Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing pada 14-15 Mei.
Menurut laporan Kyodo News dikutip Senin, 25 Mei, Xi menyebut dorongan Takaichi untuk memperkuat kemampuan pertahanan Jepang sebagai bentuk neo-militerisme.
Kritik itu muncul setelah Takaichi pada November lalu menyatakan di parlemen bahwa Jepang dapat mengerahkan pasukan pertahanan jika terjadi konflik terkait Taiwan.
Taiwan adalah pulau yang memerintah sendiri, tetapi diklaim Beijing sebagai bagian dari China. Isu ini lama menjadi titik panas di Asia Timur.
Pernyataan Takaichi membuat hubungan Jepang dan China kembali tegang. Relasi dua negara itu kerap dibayangi sejarah agresi Jepang pada masa perang.
Menurut sumber diplomatik, seperti dilaporkan Kyodo,Trump menanggapi Xi dengan memuji Takaichi. Seusai KTT, Trump juga menelepon Takaichi dari Air Force One pada 15 Mei untuk menegaskan kembali aliansi Amerika Serikat-Jepang.
Baca juga:
Takaichi mengatakan ia menerima penjelasan rinci dari Trump soal pertemuannya dengan Xi. Namun, ia tidak memerinci isi pembicaraan tersebut.
Sebelum KTT Trump-Xi, Takaichi lebih dulu mengunjungi Washington pada Maret. Kunjungan itu dilakukan untuk menegaskan komitmen keamanan AS di kawasan Indo-Pasifik, saat pengaruh China terus meningkat.
Trump dan Xi diperkirakan masih akan bertemu tiga kali lagi tahun ini. Salah satunya saat Xi berkunjung ke Washington pada September, serta dalam pertemuan di sela KTT APEC.