Diadaptasi ke Layar Lebar, Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” Masuk Cetakan ke-100

JAKARTA - Buku novel “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna memasuki cetakan ke-100. Penerbit Grasindo merayakan pencapaian ini sekaligus membagikan perkembangan adaptasi filmnya.

“Benar-benar tidak disangka. Harusnya bukan ini yang pertama dirilis di Grasindo tapi novel romance,” kata penulis Brian Khrisna dalam acara syukuran cetakan ke-100 “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” di Jakarta Selatan pada Sabtu, 23 Mei.

Dengan cetakan ke-100, maka penulis menghadirkan sejumlah kejutan untuk pembacanya, di antaranya cover versi terbaru serta penambahan bagian baru dalam ceritanya.

“Novel ini banyak yang tanya kenapa tipis, penyelesaiannya cepat tapi karena novel ini diawasi oleh psikolog dan psikiater dan psikolognya bilang kalo penyintas mental itu gak bisa fokus terlalu lama. Biasanya buku ini salah satu saran dari psikiater ketika mengidap depresi, perbanyak jalan kaki, mengubah kamarmu,” cerita Brian lagi.

Setahun setelah dirilis, buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” juga dipersiapkan untuk versi layar lebarnya. Brian Krishna merasa bersyukur karena perjalanan panjang bukunya masih berlanjut hingga saat ini.

“Di titik ini, saya ingin mengucapkan terima kasih ke PH (production house) dan semua yang ada di sini. Bahkan saya waktu dateng nge-cast mas Ale ini melihat bagaimana dipukulin Murat. Titik di mana saya ingin mengucapkan terima kasih,” kata Brian Khrisna.

“Bukunya sudah jalan setahun dengan cetakan ke-100 dan ingin mendoakan agar berbalik ke yang membeli dalam kesehatan dan rezeki,” lanjutnya.

Benidictus Siregar selaku pemeran Ale dalam versi filmnya juga merasa bahwa cerita dalam novel “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” menghangatkan. Ia juga merasa adanya kesamaan dengan karakter Ale ketika membaca kisah tersebut.

“Aku berapa kali bilang, ini buku yang kayak membuat kita ingin memeluk orang orang terdekat kita. Sejujurnya, nasib aku sepeti Ale, kesulitan mencari teman. Kalau aku mungkin beruntung lewat komedi jadi ketika melihat Ale kayak melihat sendiri,” kata Benidictus Siregar.

“Cerita seseorang yang merasa terpuruk tapi semesta membantu orang ini menemukan makna kehidupan jadi sedikit ceritanya dialami kita masing-masing jadi semoga film ini sesuai ekspektasi pembaca setianya dan semua yang kita taruh di film bisa diterima dengan baik dan hangat untuk teman-teman semua,” kata Fira Maringka yang turut bergabung dalam film ini.

Ada pun, buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” cetakan ke-100 karya Brian Krishna bisa dibeli di berbagai toko buku daring dan fisik.