PBB Ingatkan Sistem Kesehatan Gaza Tertekan karena Krisis Pasokan
JAKARTA - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakansistem layanan kesehatan di Jalur Gaza masih di bawah tekanansangat besar, sehingga pentingsegera dibuka akses masukuntuk pasokan esensial.
Berdasarkan laporan harian dilansir ANTARA dari WAFA, Jumat, 22 Mei, OCHAmenyebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat 22 serangan terhadap fasilitas kesehatan dan layanan perawatan medis di Gaza yang mengakibatkan korban jiwa atau berdampak pada transportasi medis dan fasilitas kesehatan.
Kantor koordinasi itu menerangkanmitra lembaga bantuan kemanusiaan masih kesulitan dalam mengakses air, di mana tiga dariempat keluarga kini bergantung pada air yang dikirim dengantruk.
Sejumlah organisasi bantuan kini mendistribusikan sekitar 24.000 meter kubik air setiap hari melalui sekitar 2.000 titik distribusi.
Baca juga:
Akan tetapi, OCHA memperingatkanoperasi pengiriman air sangat bergantung pada generator dan mesin yang bisa saja mengalami kerusakan akibat kurangnya material untuk perawatan dan perbaikan.
Secara terpisah, WHO menyatakanselama empat bulan pertama di tahun ini, lebih dari sepertiga permohonan izin berobat pasien di Yerusalem Timur dan Israel ditolak atau ditunda.
Menurut WHO, persetujuan izin saat ini jauh lebih sedikit dibanding sebelum perang dimulai pada Oktober 2023 lalu, dengan lebih dari dua pertiga permohonan berobat saat itu dikabulkan.