Pemilihan Presiden Real Madrid Dipercepat, Florentino Perez Mau Tahu Siapa yang Masih Mendukungnya

JAKARTA - Komisi pemilihan Real Madrid telah menyerukan pemilihan presiden setelah Florentino Perez mendapat mosi tidak percaya dari para anggota, menyusul musim kedua berturut-turut tanpa meraih trofi besar.

Perez mengumumkan dalam konferensi pers yang panas pada Selasa, 12 Mei 2026, waktu setempat, bahwa ia akan mencari pemilihan kembali--setelah baru terpilih tanpa lawan tahun lalu--sambil mengecam apa yang ia gambarkan sebagai kampanye media yang terorganisasi terhadap dirinya dan klub.

Ia marah selama konferensi pers 75 menit dengan mengatakan bahwa ia muak melihat manipulasi dari media, menjanjikan perekrutan pemain baru musim panas ini, dan memuji dampak sebelumnya dari mantan pelatih Jose Mourinho, yang merupakan kandidat utama untuk kembali menjelang musim depan.

Perez telah memimpin Real Madrid sejak 2000--kecuali selama tiga tahun setelah pengunduran dirinya pada 2006--dan tidak menghadapi kandidat lain dalam lima pemilihan presiden terakhir klub.

Kekalahan Real Madrid dari Barcelona 0-2 di El Clasico akhir pekan lalu di Camp Nou membuat Blaugrana dinobatkan sebagai juara LaLiga dan mengonfirmasi kegagalan Los Blancos untuk memenangi trofi besar dalam dua musim berturut-turut untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.

Dalam wawancara televisi Spanyol pada Rabu, 13 Mei 2026, waktu lokal, Perez mengakui bahwa musim 2025/2026 tidak berjalan sesuai rencana, menyalahkan performa buruk tim pada pramusim yang dipersingkat karena Piala Dunia Antarklub 2025 serta kesalahan wasit.

Masih dalam wawancara tersebut, Perez menyebut pengusaha dan anggota Real Madrid, Enrique Riquelme, sebagai calon lawan potensial dalam pemilihan.

Dia mengatakan akan memutuskan dalam beberapa hari ke depan apakah kami menerima tantangan tersebut atau tidak.

Para kandidat kini memiliki waktu hingga 23 Mei 2026 untuk mengajukan pencalonan mereka, yang kemudian harus disetujui oleh komisi pemilihan, dengan kampanye singkat selama dua minggu dan pemungutan suara anggota yang akan menyusul.

Statuta klub—yang diperketat pada 2012—menyatakan bahwa kandidat presiden harus warga negara Spanyol, telah menjadi anggota klub selama 20 tahun, dan mampu menjamin secara pribadi 15 persen dari anggaran tahunan klub.

Dalam surat terbuka kepada Perez yang dirilis ke media, Riquelme meminta dialog untuk menyepakati proses pemilihan yang lebih panjang, dengan mengatakan bahwa hal itu akan memungkinkan partisipasi nyata dari anggota dan penggemar.

Sebagaimana diketahui, masa jabatan Perez sejatinya berlaku hingga 2029 setelah ia kembali terpilih pada Januari 2025. Namun, belakangan seruan untuk mundur menggema dari suporter mengingat hasil buruk tim.

Karena itu, Perez meminta komite pemilihan untuk mempercepat pemilihan presiden Real Madrid untuk mengetahui apakah anggotanya benar-benar masih memilihnya atau mosi tak percaya memang benar adanya.