Mengenal Fistula Perianal, Penyakit yang Diderita Nadiem Makarim
YOGYAKARTA - Fistula perianal atau juga disebut fistula ani belakangan menjadi perbincangan publik setelah diketahui mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim telah berkali-kali menjalani operasi akibat penyakit tersebut. Nadiem juga sempat menjalani persidangan dengan silang infus menempel di tangannya.
Dilansir dari Cleveland Clinic, berikut akan dibahas apa itu fistula perianal, gejala, hingga faktor risikonya. Jadi pastikan simak sampai akhir agar bisa mengenali penyakit ini sehingga tidak terlambat mendapatkan penanganan medis.
Apa Itu Fistula Perianal
Fistula perianal adalah saluran abnormal yang terbentuk antara bagian dalam anus dan kulit di sekitarnya. Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi pada kelenjar anus yang berkembang menjadi abses atau kantong nanah. Ketika abses tersebut pecah atau mengalir, terbentuk saluran kecil yang menghubungkan bagian dalam dan luar anus.
Fistula perianal biasanya muncul di bagian atas dubur, tempat kelenjar dubur berada. Ketika kelenjar ini terinfeksi, cairan dari infeksi tersebut bisa membentuk saluran fistula. Infeksi ini disebut abses perianal.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Sekitar separuh dari orang yang mengalami infeksi kelenjar dubur akan berkembang menjadi fistula. Itulah mengapa penanganan awal infeksi di area anus sangat penting untuk mencegah komplikasi lanjutan.
Baca juga:
Gejala Fistula Perianal
Berikut beberapa gejala yang umum dialami penderita fistula perianal:
- Nyeri di dubur, biasanya terasa sakit dan berdenyut-denyut. Rasa sakit ini bisa terasa lebih berat saat Anda buang air besar, batuk, atau duduk. Pantat juga bisa terasa sakit jika disentuh.
- Bengkak dan kemerahan (radang) di dalam atau di sekitar dubur. Ini adalah tanda infeksi aktif di bawah kulit (selulitis).
- Cairan yang keluar dari sekitar dubur. Cairan ini bisa berupa nanah, feses, atau darah (pendarahan dari dubur). Kadang cairan ini bisa berbau.
Gejala yang lebih jarang terjadi:
- Nyeri saat buang air kecil.
- Sulit menahan buang air besar.
Penyebab Fistula Perianal
Penyebab paling umum dari fistula perianal adalah abses perianal, yang biasanya terbentuk karena infeksi pada kelenjar dubur. Abses adalah kantong berisi nanah yang muncul di tempat terjadinya infeksi. Nanah ini harus dikeluarkan untuk mencegah terjadinya fistula perianal.
Kadang, dokter sengaja membuat saluran untuk mengeluarkan nanah dari abses tersebut. Namun, seringkali lukanya tidak sembuh sempurna, sehingga meninggalkan fistula.
Penyebab fistula ani yang jarang terjadi antara lain:
- Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn.
- Infeksi menular seksual (IMS) di dubur.
- TBC yang menyerang area dubur.
- Cedera traumatis atau bekas operasi sebelumnya di dubur.
- Terapi radiasi untuk kanker di daerah panggul.
- Aktinomikosis, yaitu infeksi bakteri langka yang menyebabkan abses, kadang terjadi di daerah sekitar dubur.
- Hidradenitis supurativa, yaitu penyakit kulit radang kronis yang menimbulkan abses di kelenjar keringat, kadang juga terjadi di sekitar dubur.
Faktor Risiko Fistula Perianal
Beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fistula perianal:
- Berjenis kelamin laki-laki.
- Sedang atau pernah mengalami abses perianal (bisul di sekitar dubur) sebelumnya.
- Mengidap penyakit radang usus (seperti penyakit Crohn).
- Pernah menjalani operasi atau terapi radiasi di daerah sekitar dubur.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (imunokompromais) atau rentan terhadap infeksi.
- Mengidap infeksi menular seksual (IMS) yang kronis.
Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui soal fistula perianal. Dengan mengetahui gejala, penyebab dan faktor risikonya, Anda bisa lebih waspada terhadap kondisi ini. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala yang mencurigakan. Penanganan dini bisa mencegah komplikasi yang lebih serius.
Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!