China Beli Produk Pertanian AS, Taiwan Masih Jadi Ganjalan

JAKARTA - China sepakat membeli produk pertanian Amerika Serikat senilai sedikitnya 17 miliar dolar AS per tahun hingga 2028. Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Menurut laporan Kyodo News dikutip Senin, 18 Mei, komitmen pembelian itu tercantum dalam lembar fakta Gedung Putih yang dirilis Minggu. China juga menyetujui pembelian awal 200 pesawat Boeing buatan AS untuk maskapai China.

Namun, dokumen itu tidak menyinggung Taiwan. Padahal, isu Taiwan menjadi salah satu titik paling sensitif dalam hubungan Washington-Beijing. Taiwan adalah pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.

Dalam pertemuan dua hari yang berakhir Jumat, Xi memperingatkan potensi konflik antara dua kekuatan besar dunia jika isu Taiwan tidak ditangani dengan tepat. Tidak adanya Taiwan dalam dokumen itu mengindikasikan perbedaan besar masih tersisa.

Di luar Taiwan, Trump dan Xi juga menyepakati beberapa isu strategis. Keduanya menyatakan tujuan bersama untuk denuklirisasi Korea Utara. Mereka juga menolak pemungutan tol di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman energi dunia yang terganggu akibat konflik AS-Israel dengan Iran.

Kedua pemimpin sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz. AS berharap China, yang memiliki hubungan dekat dengan Iran, menggunakan pengaruhnya untuk membantu meredakan konflik di Timur Tengah. Namun, dokumen Gedung Putih tidak memuat langkah konkret Beijing.

Di bidang ekonomi, AS dan China membentuk dua forum baru, yakni Board of Trade dan Board of Investment. Board of Trade akan dipakai untuk mengelola perdagangan barang yang tidak sensitif. Board of Investment menjadi forum pemerintah ke pemerintah untuk membahas isu investasi.

China juga disebut akan menanggapi kekhawatiran AS soal kekurangan pasokan tanah jarang dan mineral penting lain. Tanah jarang adalah mineral penting untuk membuat produk teknologi tinggi, termasuk semikonduktor, baterai, dan perangkat pertahanan.

Sebelumnya, Trump dan Xi menyepakati jeda satu tahun dalam perang dagang saat bertemu di Korea Selatan pada Oktober lalu. Kesepakatan itu meredakan ketegangan setelah tarif kedua negara sempat melonjak hingga tiga digit.

Dalam kesepakatan itu, China juga menunda pembatasan ekspor baru atas mineral tanah jarang dan berkomitmen membeli sedikitnya 25 juta ton kedelai AS per tahun pada 2026 hingga 2028.

Kementerian Perdagangan China menyebut kedua pihak pada prinsipnya sepakat menurunkan tarif atas produk yang menjadi perhatian masing-masing dalam skala setara. Mereka juga akan membahas hambatan nontarif dan masalah pasar pada sejumlah produk pertanian.

Beijing juga akan bekerja sama dengan regulator AS untuk mencabut penangguhan terhadap fasilitas daging sapi Amerika dan kembali mengimpor unggas dari negara bagian AS yang bebas flu burung sangat patogen.

Trump dijadwalkan menerima kunjungan Xi ke Washington pada musim gugur tahun ini. Kedua negara juga akan saling mendukung sebagai tuan rumah KTT G20 dan APEC.

Sementara itu, Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk menyampaikan hasil pertemuannya dengan Xi. Lee menyambut pembahasan konstruktif kedua pemimpin terkait Semenanjung Korea.