Jawaban Menohok Karina Ranau Usau Dicibir Karena Sering Bikin Konten di Makam Epy Kusnandar

JAKARTA - Sejak kepergian Epy Kusnandar pada Desember lalu, Karina Ranau kerap membagikan momen kunjungannya ke makam sang suami di media sosial. Meski banyak mendapat dukungan, tak sedikit pula netizen yang menudingnya sengaja "mengontenkan" kematian demi popularitas.

"Orang mungkin bertanya, 'ya salah lo kenapa diposting Kenapa dikontenin?' Ya itu kan boleh dong, tidak ada undang undang, enggak ada yang melarang gitu. Kecuali saya ngontenin orang lain yang keluarganya melarang," jawab Karina Ranau di kawasa Jakarta, Kamis, 14 Mei.

Bagi Karina, merekam momen di makam bukan untuk mencari keuntungan materi. Hal itu ia lakukan sebagai bagian dari proses penyembuhan diri (healing) atas rasa kehilangan yang mendalam.

"Menurut saya ini adalah cara treatment untuk diri saya khususnya gitu, diri saya pribadi sebagai treatment untuk menguatkan saya. Kayak kekuatanlah gitu saya datang ke sana," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa konten-konten tersebut tidak dimonetisasi sama sekali. Karina tidak memiliki kanal YouTube dan tidak menyelipkan iklan produk dalam setiap unggahan tentang almarhum.

"Saya tidak mencari keuntungan dari konten-konten saya di makam. Saya enggak ada channel YouTube, saya enggak ada yang menghasilkan uang dari situ enggak ada. Atau ketika saya di makam ada diselipin pundi-pundi endorse atau apa, tidak ada di situ," lanjutnya.

Salah satu alasan terbesarnya terus mengabadikan momen tersebut adalah pesan terakhir dari sang suami. Epy Kusnandar pernah meminta agar momen-momen kecil keluarga mereka tidak pernah hilang.

"Saya ingat pesan Papih (panggilan almarhum): 'momen itu jangan pernah hilang ya Bun, apapun yang terjadi. Sedikit pun momen itu harus diabadikan'. Dia kan selalu bilang gitu. Jadi saya mengabadikan itu untuk diri saya sendiri," kenang Karina.

Karina mengaku sering menonton kembali video-video tersebut saat dirinya merasa lelah bekerja di warung makannya. Kenangan digital itu menjadi pengobat rindu saat ia sedang beristirahat.

"Mungkin ketika saya capek pulang kerja di warung, ketika di rumah istirahat habis salat saya rebahan sambil lihat konten gitu, kayak mengobati diri saya aja gitu. Saya sudah berjanji akan terus bercerita apapun yang terjadi," tuturnya.

Sayangnya, niat tulus Karina ini justru diserang oleh netizen kurang bertanggung jawab yang menyebut kematian suaminya sebagai sesuatu yang layak disyukuri. Kalimat "Mampus dia sudah mati" membuat hati Karina hancur berkeping-keping.

"Itu sangat menyakitkan, rasanya enggak ada artinya semua pengorbanan kita selama ini. Kamu mau menghina saya silakan, tapi ini orangnya memang sudah tidak ada," kata Karina.

Kini, Karina telah melaporkan akun tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan. Ia berharap tidak ada lagi orang yang meremehkan perasaan keluarga yang sedang berduka dengan komentar jahat.

"Mungkin buat orang ini remeh, tapi itu sangat menyakitkan kami. Saya pengen kasih pelajaran untuk manusia biadab ini. Saya minta bantuan kepolisian untuk perlindungan," pungkas Karina Ranau.