Achmad Syahri Akui Khilaf usai Merokok dan Bermain Gim saat Rapat DPRD Jember
JEMBER — Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Gerindra, Achmad Syahri As-Siddiqi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah aksinya bermain gim online dan merokok saat rapat kerja viral di media sosial.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Syahri melalui rekaman video yang beredar pada Kamis 14 Mei. Dalam pernyataannya, ia mengakui tindakannya tidak pantas dilakukan saat menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Jember. Secara khusus, permohonan maaf ini juga saya tujukan kepada Ketua Umum dan DPP Partai Gerindra atas kekhilafan yang saya lakukan,” ujar Syahri.
Legislator muda itu mengaku menyadari tindakannya telah melukai kepercayaan publik dan mencoreng citra lembaga legislatif.
Ia juga menyatakan siap menerima segala bentuk konsekuensi, baik dari internal Partai Gerindra maupun Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember.
“Saya menyadari tindakan tersebut telah mencoreng citra lembaga. Kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi saya agar tidak terulang kembali di masa depan,” katanya.
Syahri berjanji akan memperbaiki kinerjanya sebagai anggota DPRD dan lebih disiplin dalam menjalankan tugas serta mengawal aspirasi masyarakat Jember.
Sebelumnya, Achmad Syahri terekam kamera bermain gim online sambil merokok saat rapat Komisi D DPRD Jember bersama Dinas Kesehatan Jember pada Senin 11 Mei.
Rapat tersebut juga dihadiri BPJS Kesehatan dan kepala puskesmas se-Kabupaten Jember dengan agenda pembahasan layanan kesehatan dan penanganan stunting.
Video aksi Syahri kemudian viral di media sosial dan menuai sorotan publik karena dinilai tidak mencerminkan etika seorang anggota legislatif saat mengikuti rapat resmi.
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim turut menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia memastikan DPRD akan memproses persoalan itu sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Kita akan proses karena ini menyangkut etika lembaga DPRD,” kata Halim.
Baca juga:
Halim yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Jember mengatakan pihaknya akan memanggil Achmad Syahri untuk memberikan klarifikasi.
Ia menyebut Syahri merupakan kader baru Gerindra dan belum mengikuti proses kaderisasi partai secara menyeluruh.
“Kami akan laporkan ke pimpinan. Yang jelas kami akan memproses anggota tersebut baik di partai maupun di lembaga,” ujarnya.