Cak Imin Usul Rp1 Triliun untuk UMKM, Aset Menganggur Diminta Dibuka

JAKARTA — Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran khusus untuk mendorong UMKM dan ekonomi kreatif. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengusulkan anggaran tidak kurang dari Rp1 triliun.

Cak Imin mengatakan Presiden memberi perhatian serius pada UMKM dan ekonomi kreatif. Program yang sudah berjalan akan dilanjutkan dan diperkuat.

“Tahun ini akan ditambahi anggaran khusus untuk seluruh kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif. Saya mengajukan tidak kurang dari Rp1 triliun,” kata Cak Imin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei.

Menurut Cak Imin, pemerintah juga akan mendorong kementerian, lembaga, dan BUMN membuka tempat-tempat yang selama ini menganggur atau tidak optimal. Tempat itu bisa dipakai UMKM untuk pemasaran, display produk, dan festival.

Langkah ini penting karena banyak UMKM tidak hanya butuh modal, tetapi juga ruang jualan. Produk bagus sering kalah bukan karena mutu, melainkan karena tidak punya tempat bertemu pembeli.

Cak Imin menyebut Presiden meminta jajaran kementerian dan lembaga terus memfasilitasi UMKM agar tumbuh dan mendapat akses lebih luas.

Selain tambahan anggaran, pemerintah akan terus menggerakkan kredit yang lebih mudah bagi pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk Kredit Usaha Rakyat atau KUR.

Cak Imin mengatakan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat bertugas mengoordinasikan, menyinergikan, dan mengendalikan kerja enam kementerian serta tiga badan.

Dengan skema itu, dorongan terhadap UMKM tidak boleh berhenti pada pelatihan dan acara. Pemerintah dituntut memastikan pelaku usaha kecil benar-benar mendapat tempat, modal, dan pasar.