Ingat, Ini Tanda-tanda Dehidrasi yang Mesti Diwaspadai oleh Jemaah Haji
JAKARTA - Dokter spesialis gizi klinik mengingatkan anggota jemaah haji Indonesia untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi ketika beraktivitas di tengah cuaca panas ekstrem di Kota Suci Makkah dan Madinah di Arab Saudi.
"Tanda-tanda dehidrasi itu sebenarnya lemas, kemudian kalau misalnya yang sebelum lemas mungkin kita bisa lihat warna kencing kita itu warnanya apa," kataDr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPEsaatdihubungi Antara pada Selasa.
Dosen di Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudinitu mengatakan bahwa warna urine dapat menjadi indikator awal kondisi hidrasi tubuh.
"Ketika dia warnanya pekat, maka kemungkinan kita dehidrasi. Jadi sudah tidak terlalu kuning, bukan kuning jernih, jadi kuningnya pekat, maka itu sudah mengalami dehidrasi," katanya.
Dokter spesialis gizi klinik yang lain, dr.Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sebelumnya menyampaikan bahwa dehidrasi bisa ditandai dengan gejala sepertitubuh lemas, rasa limbung, nyeri kepala, mual, dan pandangan buram.
Baca juga:
Kalau mendapati tanda-tanda dehidrasi, maka anggota jemaah haji dianjurkan untuk segera meningkatkan asupancairan agar kondisinya tidak semakin parah.
"Kita segera menambah asupan cairan kita untuk menghindari respons dehidrasinya," kata dr.Yasmin.
Selain berisiko mengalami dehidrasi, ia mengatakan, jemaah haji berpeluang mengalami sengatan panas saat beraktivitas dalam cuaca panas ekstrem.
"Heatstrokeitu berarti panas yang tidak bisa dikendalikan oleh tubuh, sehingga kita seperti sesak napas, kemudian pusing," katanya.
"Kemudian tubuh kita tidak bisa melakukan kompensasi, itu langsung tiba-tiba bisa sesak, lemas, pusing," ia menambahkan.
Guna mencegah dampak paparan panas, ia menyarankan jemaah haji memakai pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan.
Karena hawa panas bisa masuk ke dalam tenda, ia melanjutkan, jemaah haji bisa menggunakan kain atau kanebo basah untuk mengurangi dampak panas ketika berada di dalam tenda di Mina.
"Dengan membasahi kanebo dengan air sehingga kepala kita suhunya tetap dingin, tidak panas," katanya.