Kontroversi Cerdas Cermat 4 Pilar, SMAN 1 Pontianak Buka Suara Tak Puas

PONTIANAK - Pihak SMAN 1 Pontianak meminta para siswa untuk menahan diri dan berkomentar dengan tetap mengedepankan adab, seusai polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) yang dinilai merugikan peserta SMAN 1 Pontianak.

Dalam lomba tersebut, nilai peserta dari SMAN 1 Pontianak dikurangi oleh juri karena dianggap salah, padahal jawaban yang disampaikan benar. Rekaman lomba cerdas cermat tersebut pun viral di media sosial dan menuai polemik di tengah masyarakat.

"Untuk siswa-siswi SMAN 1 Pontianak, terkait permasalahan yang sedang viral, mohon jika berkomentar tetap mengedepankan adab ya," tulis pihak SMAN 1 Pontianak, Senin 11 Mei.

Dalam polemik ini, pihak SMAN 1 Pontianak menemukan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan klarifikasi, antara lain adanya kesamaan substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, tetapi dewan juri memberikan pembenaran hanya kepada salah satu pihak tanpa penjelasan yang transparan.

Selain itu, kurangnya fokus dewan juri dalam beberapa momen penilaian berpotensi memengaruhi objektivitas hasil.

"Adanya indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri, tanpa didahului proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai. Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional," tulis pihak sekolah.

Menurutnya, tim SMAN 1 Pontianak telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas, sehingga layak mendapatkan penilaian yang objektif sesuai substansi jawaban.

"Berdasarkan hal-hal tersebut, kami memohon kepada pihak penyelenggara untuk memberikan konfirmasi resmi terkait temuan-temuan tersebut, menyampaikan penjelasan yang transparan mengenai dasar pengambilan keputusan dewan juri, melakukan evaluasi terhadap proses penilaian, guna menjaga integritas dan kredibilitas kegiatan LCC 4 Pilar ke depan," tulis pihak SMAN 1 Pontianak.