DM Instagram Tak Lagi Pakai Enkripsi End-to-End

JAKARTA - Instagram menghentikan fitur enkripsi end-to-end untuk pesan langsung atau DM mulai 8 Mei. Dengan perubahan ini, DM Instagram kembali memakai enkripsi standar.

Euronews, Jumat, 8 Mei, melaporkan, Meta menyampaikan perubahan tersebut melalui laman bantuan Instagram. Setelah fitur dimatikan, Meta dapat mengakses isi pesan jika diperlukan.

Enkripsi end-to-end adalah sistem keamanan yang membuat pesan hanya bisa dibaca pengirim dan penerima. Sistem ini banyak dipakai untuk menjaga percakapan pribadi, termasuk transaksi keuangan.

Sementara itu, enkripsi standar tetap melindungi pesan saat dikirim antara pengguna dan platform. Bedanya, penyedia layanan masih dapat mengakses isi pesan dalam kondisi tertentu, termasuk teks, gambar, video, dan pesan suara.

Meta sebelumnya mendorong perluasan enkripsi end-to-end lewat slogan “masa depan adalah privasi”. Pada 2019, Meta berjanji membawa fitur itu ke layanan pesan Facebook dan Instagram. Peluncuran di Facebook Messenger selesai pada 2023.

Namun, perluasan fitur tersebut menuai kekhawatiran dari pemerintah dan organisasi perlindungan anak. Laporan European Parliamentary Research Service pada 2023 menyebut enkripsi end-to-end dapat menyulitkan pengusutan kasus kekerasan seksual anak secara daring karena data tidak mudah diakses.

Mulai 8 Mei, pengguna Instagram di seluruh dunia tidak lagi memiliki opsi untuk mengaktifkan DM dengan enkripsi end-to-end. Meta sebelumnya merilis fitur itu sebagai pilihan, dengan rencana menjadikannya pengaturan bawaan.

Meta mengatakan keputusan ini diambil karena penggunaan fitur tersebut terbatas.

Perubahan ini juga membuat Meta secara teknis lebih mudah memproses isi pesan untuk fitur kecerdasan buatan atau iklan tertarget. Namun, Meta pernah mengklarifikasi kepada Snopes pada November 2025 bahwa DM tidak digunakan untuk melatih sistem kecerdasan buatannya.

Pengguna yang sudah mengaktifkan enkripsi end-to-end dapat mengunduh media atau pesan yang ingin disimpan, menurut Meta.

Untuk informasi sensitif, seperti data keuangan, pengguna disarankan memakai layanan pesan yang sejak awal menyalakan enkripsi end-to-end sebagai pengaturan bawaan.